Itime. 8Januari 2026.Kebumen – Seorang warga Desa Tanggulangin bernama SG hidup dalam kemiskinan dan cacat fisik. Ia tidak memiliki tempat tinggal yang layak dan tidak menerima Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) sebesar Rp 900.000 dari pemerintah.
Salah warga sekitar, BO menyampaikan, bahwa tetangganya yang bernama SG memang tidak menerima bantuan langsung tunai sementara (BLTS) tersebut.
“SG benar-benar tidak menerima bantuan BLTS. Ia sangat membutuhkan bantuan karena kondisinya yang memprihatinkan,” terang BO saat dikonfirmasi tim media, Kamis (08/01/2026).
Lanjut BO bahwa tetangganya sudah lama hidup kekurangan. Menurut dirinya bahkan SG dalam keadaan cacat fisik dan saat ini juga tak memiliki tempat tinggal.
“SG telah lama hidup dalam kemiskinan dan cacat fisik. Ia tidak memiliki kemampuan untuk bekerja dan mencari nafkah, sehingga sangat bergantung pada bantuan orang lain,” lanjutnya.
BD juga mengatakan bahwa SG memiliki kondisi fisik yang lemah dan tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan normal. Namun anehnya, tidak menerima bantuan langsung tunai sementara (BLTS) dari pemerintah.
“Ia sangat membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun sayangnya ia tidak menerima bantuan BLTS. SG adalah warga yang sangat membutuhkan bantuan. Oleh karena itu, sangat diharapkan agar pemerintah dapat membantu dengan memberikan bantuan yang seharusnya ia dapatkan,” katanya.
Sementara itu Kepala Desa Tanggulangin, (Kades) Kasimin, membenarkan keterangan salah satu warganya. Ia mengungkapkan bahwa SG tidak menerima bantuan BLTS dari pemerintah.
“Ya, memang benar SG tidak menerima bantuan BLTS,” ungkap kades Tanggulangin.
Kasimin menambahkan, bahwa pemerintah desa (Pemdes) sudah melakukan pendataan dan untuk mengajukan bantuan kepada SG, warga yang sangat miskin, cacat dan tak menerima bantuan dari pemerintah.
“Kami telah melakukan pendataan warga miskin di desa tersebut, namun tampaknya ada kesalahan dalam proses pendataan sehingga SG tidak terdaftar sebagai penerima bantuan,” ujarnya.
Kasimin juga menjelaskan bahwa pihak pemerintah desa (Pemdes) telah berupaya untuk membantu warga miskin di desanya, namun masih banyak kekurangan dalam penyaluran bantuan.
“Kami akan membantu warga miskin yang harus mendapatkan bantuan, namun faktanya masih banyak kekurangan dalam penyaluran bantuan. Kami akan berusaha untuk memperbaiki kesalahan ini dan memastikan bahwa warga miskin seperti SG dapat menerima bantuan yang seharusnya mereka dapatkan,” jelas Kasimin.
Kisah SG menjadi sorotan karena menunjukkan ketidakadilan dalam penyaluran bantuan pemerintah. Banyak warga miskin dan cacat lainnya yang juga belum menerima bantuan yang seharusnya mereka dapatkan. Bantuan BLTS sendiri merupakan program pemerintah untuk membantu masyarakat miskin dan rentan. Namun, tampaknya masih banyak kekurangan dalam penyaluran bantuan ini.
Dalam kasus SG, perlu dilakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab ketidakakuratan data dan memastikan bahwa bantuan yang seharusnya diterima dapat segera dicairkan. Pihak desa dan pemerintah setempat diharapkan dapat bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini dan memastikan bahwa warga miskin dan cacat seperti SG dapat menerima bantuan yang seharusnya mereka dapatkan.
“Kenapa orang miskin dan cacat tidak menerima bantuan. Orang lain yang lebih kaya dari saya malah dapat bantuan. Apakah pemerintah tidak dapat merasakan kesusahan dan penderitaan masyarakat,” ucap SG.
SG menjelaskan bahwa dirinya pernah mendapatkan bantuan namun pada jaman dulu sekitar delapan tahun yang lalu selanjutnya tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah lagi.
“Dulu sempat dapat bantuan beras, tapi untuk bantuan yang lain saya belum pernah menerima bahkan sampai sekarang,” pungkasnya.
(Tim)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
