Itime. 15 Januari 2026 .Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Hadi Prabowo, menunjukkan rasa kemarahan terhadap proyek pembangunan trotoar sepanjang 12 kilometer dengan nilai kontrak Rp50,8 miliar yang dinilai tidak menyentuh permasalahan utama masyarakat yaitu banjir yang kerap melanda kota Bojonegoro. Pernyataan ini disampaikannya saat melakukan kunjungan lapangan ke kawasan yang terkena banjir pada Jumat (23/1/2026).
“Kita menghadapi banjir setiap musim hujan, jalan-jalan utama tergenang, aktivitas masyarakat terganggu, namun justru ada anggaran besar yang dialokasikan untuk trotoar yang tidak menyelesaikan masalah inti. Ini sungguh menyakitkan hati masyarakat,” tegas Bupati Hadi dengan nada yang menegaskan.
Proyek trotoar yang dibangun sejak awal tahun 2025 meliputi kawasan Jalan Ahmad Yani, Jalan Sudirman, dan Jalan Gatot Subroto. Meskipun telah selesai 85%, proyek ini dinilai tidak memberikan kontribusi apapun dalam mengatasi genangan air atau sistem drainase kota yang sudah tua dan tidak berfungsi optimal.
Dalam laporan yang disampaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bojonegoro, total anggaran proyek trotoar mencapai Rp50,8 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025. Namun, hanya sekitar 5% dari total anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan saluran drainase di sepanjang lokasi proyek.
“Sistem drainase yang ada saat ini sudah tidak mampu menampung debit air hujan yang banyak. Padahal, jika sebagian anggaran trotoar dialihkan untuk memperbaiki dan memperluas saluran drainase, kita bisa mengurangi intensitas banjir yang terjadi,” jelas Kepala Dinas PUPR Bojonegoro, Ir. Sutrisno.
Masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar Jalan Ahmad Yani juga mengungkapkan keluhannya. “Setiap hujan deras, rumah kita tergenang air hingga ketinggian 50 cm. Trotoar yang baru dibangun memang cantik, tapi tidak membantu sama sekali untuk mengatasi banjir,” ujar Siti Aminah (48 tahun), salah satu warga yang terdampak.
Bupati Hadi telah menginstruksikan tim khusus untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek trotoar dan mengalokasikan anggaran cadangan sebesar Rp15 miliar untuk mempercepat perbaikan sistem drainase kota. Ia juga meminta pihak terkait untuk melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Tata Kota untuk membuat rencana jangka panjang penanggulangan banjir.
“Kita tidak akan tinggal diam melihat masyarakat menderita karena banjir, sementara ada proyek yang tidak menyelesaikan masalah esensial. Evaluasi akan dilakukan secara mendalam dan akan ada tindakan tegas terhadap pihak yang tidak bertanggung jawab dalam penentuan prioritas pembangunan,” tegas Bupati Hadi.
Pihak kontraktor yang menangani proyek trotoar menyatakan siap bekerja sama dengan pemerintah daerah jika diperlukan untuk melakukan penyesuaian atau penambahan pekerjaan terkait drainase di sepanjang lokasi proyek.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
