Itime. SURAKARTA 16 Januari 2026 .Kerap menjalani perselingkuhan tidak hanya menimbulkan kerusakan pada aspek hubungan dan sosial, melainkan juga berdampak fatal bagi kesehatan fisik dan psikologis individu, pasangan, anak, hingga lingkungan sekitar. Hal ini disampaikan oleh dr. Siti Nurhaliza, Sp.KK dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi Surakarta dalam acara edukasi kesehatan masyarakat pada Sabtu (16/1).
Dampak pada Kesehatan Fisik
Dr. Siti menjelaskan bahwa hubungan seksual di luar ikatan perkawinan meningkatkan risiko penularan penyakit menular seksual (PMS) yang berbahaya. “Alat kelamin menjadi bagian tubuh yang paling rentan terpengaruh. Penyakit seperti HIV/AIDS, sifilis, gonore, dan klamidia dapat menular dengan cepat melalui kontak seksual tanpa perlindungan. Beberapa PMS bahkan dapat menyebabkan komplikasi serius seperti kesuburan terganggu, kerusakan organ dalam, hingga kematian jika tidak ditangani dengan tepat,” ujarnya.
Dampak pada Pola Pikir dan Kesehatan Mental
Secara psikologis, pelaku maupun korban perselingkuhan sering mengalami gangguan emosional seperti rasa bersalah, cemas berlebih, depresi, dan gangguan tidur. Pola pikir dapat menjadi negatif, muncul kecemasan akan ketidaksetiaan, serta hilangnya kepercayaan pada orang lain. Beban moral dan masalah ahlak juga sering menyebabkan tekanan jiwa yang berat, bahkan dapat memicu tindakan yang membahayakan diri sendiri atau orang lain.
Dampak pada Keluarga dan Lingkungan
Bagi pasangan, perselingkuhan dapat merusak fondasi hubungan yang telah dibangun, menyebabkan perceraian atau konflik berlarut-larut. Anak-anak yang menyaksikan atau mengetahui masalah ini cenderung mengalami trauma psikologis, kesulitan dalam membangun hubungan sehat di masa depan, serta gangguan pada perkembangan emosional dan akademisnya. Di tingkat lingkungan, hal ini juga dapat mengganggu keharmonisan masyarakat dan menjadi contoh buruk bagi generasi muda.
“Kesehatan bukan hanya soal tubuh bebas dari penyakit, tapi juga kesejahteraan psikologis dan hubungan sosial yang sehat. Membangun komunikasi yang baik dalam perkawinan serta menghormati ikatan yang telah dibuat adalah langkah penting untuk mencegah dampak buruk ini,” tambah dr. Siti.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
