Itime. BANDUNG 16 Januari 2026 . Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa proyek Masjid Raya Al-Jabar masih menjadi beban keuangan provinsi di tengah penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 yang ketat. Utang dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) serta biaya pemeliharaan masjid ikonik tersebut membuat ruang fiskal semakin sempit.
“Dari total utang PEN sebesar Rp3,4 triliun yang diterima pemprov Jabar tahun 2020-2021, sekitar Rp1 triliun di antaranya terkait pembangunan kawasan Masjid Al-Jabar. Saat ini sisa pokok utang masih sekitar Rp2 triliun dan akan dicicil hingga tahun 2029 dengan rata-rata Rp560 miliar per tahun,” jelas Dedi pada Rabu (14/1).
Selain cicilan utang, pemprov Jabar juga harus mengalokasikan anggaran untuk operasional dan pemeliharaan masjid. Meskipun ditekan ke level minimal, biaya yang disiapkan dalam APBD 2026 berkisar Rp40–50 miliar per tahun. “Al-Jabar adalah aset daerah yang harus tetap terpelihara, jadi anggaran ini tidak bisa dihindari,” tegasnya.
Masjid Raya Al-Jabar yang terletak di Gedebage, Bandung, dibangun dengan total biaya Rp1,2 triliun dan diresmikan pada akhir 2022. Sebagian dana pembangunannya berasal dari utang PEN yang tidak berbunga namun harus dilunasi penuh sesuai jadwal.
(Reina)

Itime.id,
#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
