Itime.Wonosari, 17 Januari 2026 – Ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar Alun-Alun Wonosari mendatangi Kantor Pemkab Gunung Kidul pada hari Sabtu (17/1) untuk menolak rencana penertiban yang akan dilakukan mulai pekan depan. Mereka mengusulkan solusi alternatif agar dapat tetap berjualan tanpa mengganggu ketertiban dan kebersihan kawasan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Ekonomi Kreatif (Dispermakraf) Gunung Kidul, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa rencana penertiban merupakan bagian dari program revitalisasi kawasan Alun-Alun Wonosari yang bertujuan untuk meningkatkan fasilitas dan daya tarik wisata. “Kita ingin menjadikan alun-alun sebagai ruang publik yang nyaman dan bersih bagi seluruh masyarakat, sehingga perlu dilakukan pengaturan ulang lokasi berjualan,” jelasnya.
Namun, perwakilan pedagang PKL, Supriyanto, menyatakan bahwa penertiban tanpa solusi jelas akan berdampak pada mata pencaharian mereka. “Kita sudah berjualan di sini bertahun-tahun, dan ini adalah satu-satunya sumber penghasilan untuk keluarga. Jika kami dipindahkan tanpa tempat yang jelas, bagaimana kami akan hidup?” ujarnya saat ditemui di halaman pemkab.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam, para pedagang mengusulkan beberapa alternatif, antara lain:
- Penetapan zona khusus untuk PKL di sekitar alun-alun dengan pembatasan waktu berjualan.
- Pembentukan kelompok usaha untuk mengelola kebersihan dan ketertiban secara mandiri.
- Pemberian bantuan peralatan berjualan yang lebih terstandarisasi.
Bupati Gunung Kidul, Bambang Sukoco, yang menerima langsung keluhan para pedagang, menyatakan akan membentuk tim khusus untuk melakukan kajian mendalam terkait usulan yang diajukan. “Kita tidak ingin ada pihak yang dirugikan. Tim akan melakukan survey lapangan dan berkonsultasi dengan berbagai pihak untuk menemukan solusi terbaik yang menguntungkan semua pihak,” ujarnya.
Sampai saat ini, pelaksanaan penertiban akan ditunda hingga hasil kajian tim keluar dalam waktu maksimal dua minggu ke depan.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
