Itime.Jakarta 19 Januari 2026 .Mantan anggota Brigade Mobil (Brimob) Polda Aceh Muhammad Rio yang telah dipecat karena desersi terungkap menjadi tentara bayaran Rusia untuk perang melawan Ukraina. Ia bahkan memamerkan besaran gaji dan bonus yang diterimanya kepada rekan-rekannya melalui pesan WhatsApp pada 7 Januari 2026.
Sebelumnya, Rio berpangkat Brigadir Dua (Bripda) dan pernah menghadapi dua kali sidang disiplin karena melanggar kode etik profesi Polri terkait kasus perselingkuhan hingga menikah siri. Setelah menjalani sanksi mutasi demosi selama dua tahun dan ditempatkan di Yana Ma Brimob, ia tidak lagi masuk kantor sejak 8 Desember 2025 tanpa keterangan jelas. Polda Aceh kemudian menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) dan menggelar sidang secara in absentia, yang pada akhirnya menetapkan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) pada 8 Januari 2026.
Dalam pesan yang dikirimkannya, Rio mengaku telah mendaftar menjadi tentara di beberapa negara Eropa, Amerika Serikat, dan Jerman sebelum lulus tes untuk bergabung dengan Rusia pada tes kedua. Ia mengungkapkan kemampuannya menguasai bahasa Inggris dan Rusia menjadi alasan kelulusannya, bahkan langsung diberikan pangkat Letnan Dua (Letda) dengan jabatan komandan regu.
“Gaji per bulan saya 210 ribu rubel atau setara Rp42 juta, ditambah bonus awal sebesar 2 juta rubel yang konversinya mencapai sekitar Rp420 juta,” ujar Rio dalam pesan yang beredar. Nominal ini sekitar 8 kali lipat dari Upah Minimum Regional (UMR) Jakarta yang saat ini sebesar Rp5.396.761 per bulan.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh Komisaris Besar Joko Kris Diyan To membenarkan temuan tersebut. Menurutnya, pihaknya telah melakukan berbagai upaya pencarian dan kini sedang berkoordinasi dengan Mabes Polri, Interpol Indonesia, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow untuk menindaklanjuti kasus ini.
Sebelum Rio, mantan Marinir TNI Angkatan Laut Satria Arta Kumbara juga pernah ramai diperbincangkan karena mengaku bergabung dengan militer Rusia. Satria menyatakan dirinya sebagai tentara organik bukan bayaran dan dikabarkan menerima gaji sekitar Rp50 juta per bulan, meskipun ada laporan yang menyebutkan tentara kontrak Rusia bisa mendapatkan hingga Rp600 juta per bulan untuk posisi dan wilayah tertentu.
Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya telah menyatakan bahwa informasi mengenai keterlibatan WNI sebagai tentara bayaran di luar negeri perlu didalami lebih lanjut, mengingat risiko hukum dan keamanan yang mengikuti.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
