Itime.Roma, Italia -19 Januari 2026 . Penelitian terbaru oleh tim arkeolog dari Universitas Naples Federico II mengungkap fakta mengejutkan terkait pamandian kuno di Kota Pompeii yang dulunya dianggap sebagai tempat yang “jorok” dan tidak higienis. Hasil studi yang diterbitkan pada Senin (19/1/2026) menunjukkan bahwa air di fasilitas mandi populer tersebut sebenarnya diganti secara rutin, menjadikannya tempat yang nyaman dan relatif bersih untuk digunakan oleh masyarakat kala itu.
Penelitian yang dilakukan selama 18 bulan terhadap situs pamandian Terme di Regio V Pompeii menemukan bahwa sistem saluran air kuno yang ada dirancang dengan sangat canggih. Para ilmuwan menganalisis sampel sedimen dari dasar kolam mandi dan saluran pembuangan, serta mempelajari struktur arsitektur sistem pasokan air.
Kepala Tim Peneliti Prof. Dr. Marco Benedetti menjelaskan bahwa temuan ini membantah anggapan lama yang menyatakan bahwa air di pamandian Pompeii hanya diganti dalam waktu yang sangat lama, sehingga menyebabkan kondisi yang kotor dan penuh dengan kuman. “Berdasarkan analisis kami, air di kolam mandi utama diganti setiap 2-3 hari sekali, sedangkan untuk kolam yang lebih kecil diganti setiap hari. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Pompeii sangat memperhatikan kebersihan fasilitas umum ini,” ujarnya.
Sistem yang digunakan adalah kombinasi saluran masuk air tawar dari akuaduk lokal dan saluran pembuangan yang menghubungkan ke sungai terdekat. Selain itu, ditemukan juga bukti bahwa bagian dasar kolam mandi dibersihkan secara berkala oleh pekerja khusus yang bertugas merawat fasilitas tersebut.
Para arkeolog juga menemukan beberapa alat pembersih kuno seperti sikat dari serat tumbuhan dan baskom dari tanah liat yang digunakan untuk membersihkan permukaan kolam dan lantai pamandian. Selain itu, ditemukan juga jejak bahan pembersih alami seperti abu kayu dan rempah-rempah yang digunakan untuk membersihkan dan memberikan aroma segar pada air.
“Pamandian di Pompeii bukan hanya tempat untuk membersihkan diri, tetapi juga sebagai pusat sosial masyarakat. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan kenyamanan menjadi hal yang sangat penting,” tambah Prof. Benedetti.
Sebelumnya, banyak sejarawan beranggapan bahwa kondisi pamandian kuno yang ramai digunakan oleh banyak orang sekaligus akan menyebabkan air menjadi kotor dan menjadi sumber penyakit. Namun, temuan baru ini menunjukkan bahwa sistem manajemen air yang diterapkan oleh orang Romawi kuno telah cukup efektif untuk menjaga kebersihan.
Situs Pompeii yang terjebak oleh letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi terus menjadi objek penelitian bagi para ilmuwan dari seluruh dunia. Temuan terkait sistem air pamandian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kehidupan sehari-hari masyarakat kuno dan kontribusi mereka dalam bidang teknik sipil.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
