Itime.Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta – 22 Januari 2026 – Acara Panen Jagung RI Nusantara yang digelar di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, sukses menjadi tonggak penting dalam pengembangan sektor pertanian nasional, dengan dukungan penuh terhadap aspirasi yang disampaikan oleh Titiek Soeharto terkait penguatan komoditas jagung sebagai salah satu pilar ketahanan pangan Indonesia.
Acara yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, antara lain Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, perwakilan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, perwakilan dari Yayasan yang dipimpin oleh Titiek Soeharto, petani jagung dari seluruh wilayah Gunung Kidul, serta perwakilan pelaku usaha agribisnis dari berbagai daerah di Indonesia.
Latar Belakang dan Tujuan Kegiatan
Aspirasi Titiek Soeharto yang menekankan pentingnya meningkatkan produktivitas jagung, mengembangkan teknologi pertanian yang sesuai dengan kondisi lokal, serta membangun rantai pasokan yang efisien telah menjadi landasan penyelenggaraan acara ini. Kegiatan bertujuan untuk merayakan hasil panen jagung musim ini yang menunjukkan peningkatan produksi sebesar 25% dibandingkan periode sebelumnya, sekaligus mempromosikan potensi pertanian jagung di Gunung Kidul sebagai model pengembangan untuk daerah lain di nusantara.
Potensi Gunung Kidul dalam Budidaya Jagung
Kabupaten Gunung Kidul yang dikenal dengan kondisi geografis berupa lahan kering dan berbukit-bukit ternyata memiliki potensi besar dalam budidaya jagung. Melalui penerapan teknologi pertanian tepat guna, seperti penggunaan jenis bibit unggul yang adaptif dengan kondisi lahan, sistem irigasi hemat air, serta pemupukan organik dan anorganik yang seimbang, petani lokal berhasil menghasilkan jagung dengan kualitas tinggi yang memenuhi standar nasional.
Hingga saat ini, terdapat lebih dari 5.000 hektar lahan di Gunung Kidul yang digunakan untuk budidaya jagung, dengan jumlah petani yang terorganisir dalam lebih dari 30 kelompok tani. Hasil panen jagung dari Gunung Kidul tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga mulai diekspor ke provinsi tetangga seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan bahkan beberapa daerah di Sumatera.
Dukungan terhadap Aspirasi Titiek Soeharto
Dalam sambutannya, perwakilan Yayasan yang dipimpin oleh Titiek Soeharto menyampaikan bahwa acara ini merupakan bentuk konkret dari dukungan terhadap aspirasi untuk menguatkan sektor pertanian jagung di seluruh nusantara. “Kami berkomitmen untuk terus mendukung petani dengan memberikan pelatihan, akses terhadap bibit unggul, serta membantu membangun kemitraan dengan pelaku usaha agar hasil panen petani dapat mencapai pasar yang lebih luas dan memberikan nilai ekonomi yang lebih baik,” ujar perwakilan tersebut.
Selain itu, telah disepakati akan dibentuk pusat pembinaan dan pelatihan budidaya jagung modern di Gunung Kidul yang akan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Pusat ini akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti laboratorium pengujian kualitas jagung, area demo budidaya, serta ruang pelatihan untuk petani.
Respon Petani dan Pemerintah Daerah
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Kidul menyampaikan apresiasi terhadap acara yang digelar ini. “Kami sangat mendukung upaya untuk mengembangkan komoditas jagung di daerah kami. Dengan dukungan yang diberikan, kami yakin potensi Gunung Kidul sebagai penghasil jagung berkualitas dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat yang besar bagi perekonomian masyarakat lokal serta ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Salah satu perwakilan petani, Bapak Slamet dari Kelompok Tani Makmur Bersama Kecamatan Patuk, menyampaikan rasa syukurnya. “Sebelumnya kami menghadapi banyak kendala mulai dari bibit yang tidak sesuai, hingga sulitnya memasarkan hasil panen. Namun dengan dukungan yang kami terima dan adanya acara seperti ini, kami merasa lebih termotivasi untuk mengembangkan usaha tani jagung kami. Kualitas dan kuantitas panen kami semakin baik, dan sekarang kami memiliki jaminan pasar yang lebih jelas,” jelasnya dengan penuh semangat.
Rencana Ke Depan
Dalam acara ini juga diumumkan rencana pengembangan lebih lanjut, antara lain peningkatan luas lahan budidaya jagung menjadi 7.500 hektar dalam waktu dua tahun ke depan, pendirian unit pengolahan jagung lokal untuk menghasilkan produk olahan seperti tepung jagung, keripik jagung, dan makanan ternak berbahan dasar jagung, serta pengembangan kemitraan dengan perusahaan makanan dan minuman nasional untuk menjamin pasokan bahan baku jagung berkualitas.
Acara Panen Jagung RI Nusantara di Gunung Kidul diakhiri dengan penyerahan penghargaan kepada kelompok tani berprestasi, penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah daerah, kelompok tani, dan pelaku usaha, serta sesi kunjungan lapangan untuk melihat langsung proses panen dan budidaya jagung di lahan petani.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
