Itine Boyolali.JAWA TENGAH 23 Januari 2026 .Rencana investasi besar dari sebuah perusahaan sepatu global yang semula akan berlokasi di Kabupaten Klaten harus dibatalkan pada tahap akhir proses negosiasi. Namun, kabar terkait perkembangan industri tekstil dan sepatu di wilayah ini tidak sepenuhnya suram, karena Kabupaten Boyolali telah mengambil langkah tegas untuk membangun pabrik sepatu milik lokal sendiri sebagai bagian dari strategi penguatan industri domestik.
Investasi Global Batal, Alasan Tidak Diumumkan Secara Rinci
Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Jawa Tengah mengonfirmasi bahwa perusahaan sepatu multinasional asal Eropa yang tidak disebutkan namanya telah membatalkan rencana investasi senilai lebih dari Rp 250 miliar yang direncanakan untuk kawasan industri di Kabupaten Klaten. Proses negosiasi yang telah berjalan selama lebih dari satu tahun akhirnya tidak mencapai kesepakatan akhir.
“Kami sangat menyesal dengan keputusan pembatalan investasi ini. Meskipun pihak perusahaan tidak mengumumkan alasan secara rinci, kami menduga faktor perubahan kebijakan global dan penyesuaian strategi bisnis perusahaan menjadi pertimbangan utama,” ujar Ir. Supriyanto, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Jawa Tengah.
Sebelumnya, investasi ini diharapkan dapat menyerap lebih dari 1.500 pekerja lokal dan menjadi daya tarik bagi industri pendukung seperti bahan baku tekstil dan penyedia komponen sepatu di sekitar Klaten. Pemerintah Kabupaten Klaten juga telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung termasuk akses jalan dan pasokan listrik yang memadai untuk proyek tersebut.
Boyolali Langsung Ambil Langkah, Bangun Pabrik Sepatu Milik Sendiri
Menanggapi kabar pembatalan investasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Boyolali bekerja sama dengan beberapa pengusaha lokal di bidang tekstil mengumumkan rencana pembangunan pabrik sepatu milik dalam negeri dengan nama “Boyolali Footwear Indonesia”. Proyek ini akan berlokasi di Kawasan Industri Kemusu, dengan total investasi awal sebesar Rp 120 miliar.
“Kita melihat bahwa pembatalan investasi global justru menjadi peluang bagi kita untuk mengembangkan industri sepatu lokal. Kami telah melakukan riset pasar dan melihat potensi besar produk sepatu buatan dalam negeri baik untuk pasar domestik maupun ekspor,” jelas Bapak Hadi Santoso, Bupati Boyolali dalam konferensi pers yang digelar Rabu (22/01/2026).
Pabrik yang direncanakan akan mulai beroperasi pada kuartal III tahun 2026 ini akan fokus pada produksi sepatu olahraga dan sepatu kerja dengan standar kualitas internasional. Selain menggunakan bahan baku lokal sebanyak mungkin, pihak pengelola juga akan bekerja sama dengan perguruan tinggi di Jawa Tengah untuk mengembangkan desain dan teknologi produksi yang lebih baik.
Dukungan Fasilitas dan Program Pelatihan Tenaga Kerja
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan dukungan penuh terhadap proyek pabrik sepatu di Boyolali. Beberapa fasilitas diberikan antara lain pembebasan biaya izin usaha selama tiga tahun pertama, bantuan pembangunan infrastruktur akses ke kawasan industri, dan program pelatihan tenaga kerja bersama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Jawa Tengah.
“Kita akan melaksanakan program pelatihan intensif untuk sekitar 800 pekerja lokal yang akan dipekerjakan pada tahap awal operasional. Pelatihan akan mencakup teknik produksi, kontrol kualitas, dan manajemen proses kerja agar produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar global,” ujar Supriyanto menambahkan.
Selain itu, pihak pengelola juga telah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan ritel besar di Indonesia untuk memasarkan produk sepatu hasil produksi pabrik tersebut. Ada juga rencana untuk mengekspor ke negara-negara di kawasan Asia Tenggara mulai tahun depan.
Target: Menjadi Pusat Produksi Sepatu Berkualitas di Jawa Tengah
Dengan pembangunan pabrik ini, Kabupaten Boyolali berambisi untuk menjadi pusat produksi sepatu berkualitas di Provinsi Jawa Tengah. Rencana jangka panjang termasuk pengembangan kawasan industri tekstil dan sepatu yang lebih luas, serta mendorong lahirnya usaha kecil dan menengah yang bergerak di bidang komponen sepatu dan aksesoris terkait.
“Kami tidak hanya ingin menghasilkan sepatu dengan kualitas baik, tetapi juga menciptakan ekosistem industri yang mandiri dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat lokal. Semoga dengan langkah ini, industri sepatu dalam negeri dapat terus berkembang dan bersaing secara global,” pungkas Bupati Hadi Santoso.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
