Itime.SUKOHARJO, 24 Januari 2026 . Sebagian tebing sungai Bengawan Solo di Desa Nguter, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo ambrol dan jebol pada hari Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Peristiwa ini tidak hanya menyebabkan air sungai meluap merendam lahan pertanian, tetapi juga membuat salah satu jalan lokal penghubung dusun terdampak dan terancam longsor.
Lokasi Tepat Kejadian dan Penyebab
Keruntuhan tebing terjadi di bagian hilir sungai Bengawan Solo, tepatnya di Dusun Karangasari, Desa Nguter, sekitar 3 kilometer dari pusat kecamatan. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PUPR) Kabupaten Sukoharjo, Bambang Setiyono, ambrolnya tebing setinggi 3-4 meter dan panjang sekitar 25 meter disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor.
“Selain hujan deras yang terjadi selama 3 hari berturut-turut sejak hari Rabu (21/1), erosi yang telah berlangsung bertahun-tahun menjadi penyebab utama. Arus air sungai yang semakin deras akibat debit tinggi dari wilayah hulu juga mempercepat kerusakan struktur tanah di bantaran,” jelas Bambang.
Dampak yang Dirasakan Masyarakat
Sekitar 12 keluarga petani terkena dampak langsung, dengan lahan pertanian seluas 5 hektar yang sebagian besar ditanami padi varietas Ciherang yang akan memasuki masa panen dalam 1-2 minggu ke depan. Menurut salah satu petani, Slamet Riyadi (45 tahun), kerugian yang ditanggung setiap petani bisa mencapai puluhan juta rupiah.
“Kami sudah merawat tanaman ini selama hampir 3 bulan, sekarang tiba-tiba terendam. Sebagian besar padi sudah mulai menguning, siap dipanen, tapi sekarang harus dirusak,” ujar Slamet dengan nada sedih.
Selain lahan pertanian, jalan setapak yang menghubungkan Dusun Karangasari dengan Dusun Nguter Kulon juga mengalami kerusakan pada sebagian bagiannya akibat genangan air dan pergeseran tanah. Saat ini akses kendaraan berat ke lokasi terdampak telah ditutup sementara untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.
Langkah Penanganan Darurat dan Jangka Panjang
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo yang dipimpin oleh Kepala BPBD, Sri Wahyuni, telah tiba di lokasi sejak pukul 09.00 WIB. Mereka melakukan evaluasi kondisi, mendistribusikan bantuan berupa bahan makanan siap saji, air minum kemasan, dan perlengkapan darurat kepada masyarakat terdampak.
“Kami juga telah memasang rambu peringatan di sekitar lokasi berbahaya dan melakukan patroli berkala untuk memantau perkembangan kondisi tanah dan ketinggian air sungai,” ungkap Sri Wahyuni.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo telah menetapkan anggaran darurat senilai Rp 250 juta untuk penanganan awal. Langkah yang akan dilakukan antara lain pembangunan tanggul sementara menggunakan batu pasir dan genteng bekas, serta pengaliran air genangan dari lahan pertanian ke saluran drainase terdekat.
Untuk penanganan jangka panjang, Dinas PUPR berencana melakukan pembangunan tanggul permanen dengan sistem gabion dan penanaman vegetasi penguat tanah seperti akasia dan bambu di sepanjang bantaran sungai. Rencana ini akan diajukan ke pemerintah provinsi dan pusat untuk mendapatkan dukungan anggaran tambahan.
Kepala Bappeda Sukoharjo, Heru Prasetyo, menambahkan bahwa pihaknya juga akan melakukan kajian menyeluruh terkait pola aliran air dan pemanfaatan lahan di sekitar bantaran Bengawan Solo untuk mencegah terjadinya bencana serupa di wilayah lain.
“Kami akan bekerja sama dengan masyarakat untuk melakukan pemeliharaan rutin pada bantaran sungai dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga ekosistem sungai,” ujar Heru.
Kondisi Terkini
Perkiraan ketinggian air sungai Bengawan Solo di lokasi kejadian mulai menurun perlahan sejak pukul 14.00 WIB. Tim teknis dari Dinas PUPR dan BPBD masih terus melakukan pemantauan setiap 2 jam untuk memastikan tidak ada kerusakan tambahan. Beberapa petani mulai membersihkan lahan mereka dari genangan air dengan bantuan alat bantu seperti pompa air kecil.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
