Itime Jakarta, 25 Januari 2026 – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tengah menjalankan strategi “gerilya politik” dengan fokus pada rekrutmen tokoh-tokoh daerah dari berbagai wilayah di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari program besar yang disebut “Membangun Kandang”, bertujuan memperkuat basis kekuatan partai di tingkat lokal jelang serangkaian pemilihan umum serentak yang akan datang.
Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, menyatakan bahwa konsep “Membangun Kandang” bukan hanya tentang memperbesar jumlah kader, tetapi lebih pada penguatan struktur organisasi dari akar rumput. “Kita tidak hanya mencari figur publik yang dikenal luas, tetapi juga tokoh-tokoh yang memiliki kredibilitas di masyarakat lokal, memahami masalah daerah, dan memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai PSI yaitu progresif, inklusif, dan berbasis rakyat,” ujarnya dalam jumpa pers di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat.
Daftar Tokoh Daerah yang Telah Bergabung
Hingga saat ini, PSI telah berhasil merekrut lebih dari 50 tokoh daerah dari berbagai provinsi, antara lain:
- Jawa Barat: Ahmad Yani, mantan Ketua DPRD Kabupaten Bandung yang dikenal dengan perjuangannya dalam pembangunan infrastruktur pedesaan, serta Siti Nurhaliza, aktivis perempuan yang fokus pada pemberdayaan ekonomi keluarga.
- Sulawesi Selatan: Dr. Hasanuddin, dosen universitas ternama yang juga aktif dalam gerakan lingkungan hidup, dan Andi Wijaya, pengusaha muda yang sukses mengembangkan UMKM di sektor perikanan.
- Kalimantan Timur: Rita Sari Dewi, pengurus organisasi pemuda adat yang memperjuangkan hak-hak masyarakat lokal, serta Budi Santoso, mantan pejabat daerah yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan keuangan daerah.
- Sumatera Utara: Maruli Tua Siregar, aktivis pendidikan yang telah mendirikan lebih dari 10 sekolah dasar di daerah terpencil, dan Dewi Lestari, pengusaha kuliner yang fokus pada produk lokal khas Sumatera Utara.
Setiap tokoh yang bergabung akan diberi peran sebagai koordinator wilayah atau pembina kader di daerah masing-masing, dengan tugas utama membangun struktur organisasi, melakukan sosialisasi program partai, serta mengidentifikasi calon pemimpin muda yang potensial.
Strategi “Gerilya Politik” dan Target Pemilu
Sekretaris Jenderal PSI, Raja Juli Antoni, menjelaskan bahwa strategi gerilya politik yang diterapkan bertujuan untuk menghadapi dinamika politik yang semakin kompetitif. “Kita fokus pada penetrasi di daerah-daerah yang sebelumnya belum menjadi basis kuat PSI, dengan cara yang fleksibel dan dekat dengan masyarakat. Tokoh-tokoh daerah yang kita rekrut menjadi ujung tombak kita dalam memahami kebutuhan lokal dan menyampaikan visi PSI,” katanya.
Target utama dari program “Membangun Kandang” adalah meningkatkan jumlah kursi yang dimiliki PSI di DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota pada pemilu serentak mendatang, serta mempersiapkan calon-calon yang berkualitas untuk maju dalam pemilihan kepala daerah. Selain itu, partai juga berharap dapat memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, kelompok usaha, dan komunitas pemuda.
Respon Masyarakat dan Pengamat Politik
Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Bambang Setiawan, menilai bahwa langkah rekrutmen tokoh daerah oleh PSI merupakan strategi yang tepat untuk memperkuat posisi partai di tingkat lokal. “PSI yang dikenal sebagai partai muda dan progresif perlu memiliki akar yang kuat di daerah untuk dapat bersaing dengan partai-partai lama. Dengan merekrut tokoh-tokoh yang memiliki kredibilitas lokal, PSI dapat lebih mudah menyampaikan pesan dan program mereka kepada masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, beberapa elemen masyarakat memberikan respon positif terhadap langkah ini. Siti Aminah, seorang warga Kabupaten Bandung, menyatakan bahwa keikutsertaan Ahmad Yani dalam PSI membuatnya lebih tertarik untuk mengetahui program partai tersebut. “Pak Ahmad Yani sudah lama dikenal di sini karena perjuangannya untuk pembangunan daerah. Jika dia percaya pada PSI, maka saya juga ingin tahu apa yang bisa ditawarkan partai ini bagi kita,” katanya.
Kaesang Pangarep menegaskan bahwa program “Membangun Kandang” akan terus berjalan hingga menjelang pemilu, dengan target merekrut lebih banyak tokoh daerah dari seluruh Indonesia. “Kita akan terus berusaha untuk menjadi partai yang benar-benar mewakili aspirasi rakyat, baik dari kalangan muda maupun dari berbagai lapisan masyarakat di daerah,” tandasnya.
(Reina)

Itime.id,
#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
