Itime.SURAKARTA, 5 Febuari 2026 .Ribuan karangan bunga dari berbagai kalangan masyarakat terus berdatangan ke rumah duka yang berada di Kelurahan Laweyan, Surakarta, untuk mengiringi kepergian Nyi Sri Maryati atau yang lebih dikenal sebagai Eyang Meri pada hari Selasa (4/2/2026). Sosok yang dikenal sebagai aktivis seni dan pelindung budaya Jawa ini wafat di usia 87 tahun akibat komplikasi penyakit kronis.
Karangan Bunga dari Berbagai Lapisan Masyarakat
Hingga siang hari ini (5/2/2026), tidak kurang dari 350 karangan bunga telah diterima oleh keluarga Eyang Meri. Antara lain dari Pemerintah Kota Surakarta, akademisi dari Universitas Sebelas Maret (UNS), komunitas seniman lokal, kelompok pengrajin batik Laweyan, hingga penggemar dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Beberapa karangan bunga disertai pesan penghormatan yang menyebutkan kontribusi besar Eyang Meri dalam melestarikan seni wayang kulit, batik tradisional, dan lagu daerah Jawa. Salah satu karangan bunga dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Surakarta menyertakan pesan, “Terima kasih atas dedikasi Anda yang tak pernah pudar untuk menjaga akar budaya kita tetap hidup.”
Masyarakat Antusias Berkunjung untuk Menunjukkan Simpati
Selain karangan bunga, ribuan warga juga datang secara langsung ke rumah duka untuk memberikan ucapan belasungkawa dan memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan. Antrian pengunjung terlihat mulai pagi hingga menjelang malam hari, dengan beberapa di antaranya datang dari luar kota seperti Solo Baru, Boyolali, dan Klaten.
“Eyang Meri pernah mengajari saya cara membuat batik sejak saya masih kecil. Tanpa dia, mungkin banyak seni tradisional di Laweyan sudah terlupakan,” ujar Siti Nurhaliza (42), seorang pengrajin batik yang datang dari Kelurahan Grogol.
Rencana Pemakaman dan Penghormatan Khusus
Menurut putra sulungnya, Bambang Sutrisno (58), jenazah Eyang Meri akan dimakamkan pada hari Kamis (6/2/2026) di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara Surakarta. Pemerintah Kota Surakarta juga akan memberikan penghormatan khusus berupa upacara adat Jawa sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi yang diberikan oleh sosok yang dikenal ramah dan penuh kasih ini.
“Kami sangat terharu dengan perhatian yang diberikan oleh semua pihak. Ini menunjukkan bahwa dedikasi ibu selama ini sangat dihargai oleh banyak orang,” ujar Bambang dalam kesempatan menerima tamu yang datang berkunjung.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
