Itine.SURAKARTA,5 Febuari 2026 . Kabar yang beredar mengenai rencana Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mengubah fungsi kawasan Malioboro menjadi kawasan perindustrian ternyata tidak sesuai dengan fakta. Sebaliknya, Pemerintah Provinsi DIY menegaskan akan fokus menyulap Malioboro menjadi kawasan pedestrian penuh pada tahun 2026 ini, sebagai bagian dari upaya penataan ruang publik berkelanjutan, pengurangan emisi, dan peningkatan kenyamanan bagi wisatawan serta masyarakat lokal.
Target Awal 2025, Digeser ke 2026 karena Pertimbangan Teknis dan Sosial
Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwi Panti Indrayanti mengungkapkan bahwa target awal penerapan Malioboro full pedestrian adalah tahun 2025, namun harus digeser karena berbagai pertimbangan teknis dan sosial yang mengharuskan penerapannya dilakukan secara bertahap. Mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi menjadi salah satu aspek utama yang diperhatikan.
“Tahun 2026 ini diharapkan sudah ada indikasi kuat menuju kawasan pedestrian penuh, dengan penataan jalan-jalan penyangga terlebih dahulu,” ujarnya saat ditemui di kompleks Kepatihan Jogja, Rabu (4/2/2026).
Penataan Jalan Penyangga dan Moda Transportasi Ramah Lingkungan Jadi Prioritas
Fokus pertama yang akan dilakukan adalah penataan jalan-jalan penyangga seperti Jalan Mataram, Jalan Bhayangkara, dan kawasan sekitarnya agar mampu mengakomodasi peralihan arus kendaraan secara tertib. Selain itu, akan diterapkan pembatasan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) di sepanjang Malioboro, termasuk kendaraan pribadi, angkutan umum berbasis BBM, becak motor (bentor), dan bajaj maxride.
“Akses kawasan difokuskan pada moda transportasi ramah lingkungan seperti becak listrik dan bus listrik Si Thole. Kami juga akan memasang portal pembatas di sejumlah akses masuk Malioboro dan mempersiapkan skema khusus pengaturan bongkar muat logistik bagi usaha di kawasan tersebut,” jelas Kepala Dinas Perhubungan DIY Chrestina Erni Widyastuti.
Pembangunan Teras Malioboro Permanen Rampung Tahun Lalu, PKL dan Parkir Diatur
Sebelumnya, pembangunan bangunan permanen Teras Malioboro 2 telah rampung pada tahun 2025, yang mampu menampung sebanyak 1.041 pedagang yang sebelumnya berada di lahan sementara. Saat ini, pihak terkait tengah menginventarisasi kantong parkir komunal dan melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) agar aktivitas ekonomi di kawasan Malioboro tetap berlanjut dengan tertib.
Pada Desember 2025 lalu, Pemkot Yogyakarta telah melakukan uji coba Malioboro full pedestrian selama dua hari, yang diikuti dengan acara Malioboro Cultural Vibes. Selama uji coba tersebut, kendaraan tradisional seperti becak kayuh dan andong serta kendaraan kedaruratan tetap diizinkan melintas, sementara warga yang tinggal atau bekerja di kawasan mendapatkan kartu pas untuk akses khusus.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
