Itime.Bandung, 8 Februari 2026 – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan tanggapan resmi terkait kondisi Sasak Geulis Dayeuhkolot yang telah mengalami kerusakan struktural dan belum mendapatkan perbaikan selama lima tahun berturut-turut. Sasak bersejarah yang terletak di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, resmi ditutup untuk penggunaan umum sejak November 2021 setelah hasil inspeksi teknik menunjukkan bagian konstruksi beton dan rangka baja sudah mengalami korosi serta penyimpangan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kondisi Sasak yang Mengkhawatirkan
Sasak Geulis yang dibangun pada tahun 1999 dengan panjang sekitar 120 meter dan lebar 6 meter, awalnya berfungsi sebagai akses utama menghubungkan wilayah Dayeuhkolot dengan kawasan sekitarnya. Namun, sejak tahun 2018, mulai muncul tanda-tanda kerusakan seperti retakan pada pelat jalan, penyimpangan tiang penyangga, dan korosi pada sambungan baja. Pada tahun 2021, setelah terjadi peristiwa sebagian pelat jalan yang sedikit mengendur, pihak Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat segera mengambil langkah menutup akses dan memasang papan peringatan keamanan.
Selama lima tahun tidak diperbaiki, sasak tersebut kini terlihat semakin kumuh dengan tumbuhnya rumput liar di sekitar struktur dan beberapa bagian pagar pengaman yang sudah lepas. Masyarakat sekitar mengaku merasa tidak nyaman karena akses alternatif yang harus ditempuh lebih jauh dan sering mengalami kemacetan pada jam sibuk.
Tanggapan Langsung Dedi Mulyadi
Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Gubernur Jawa Barat pada hari ini, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi sasak tersebut.
“Kami benar-benar menyadari kekhawatiran masyarakat terkait Sasak Geulis Dayeuhkolot. Selama ini, tidak adanya perbaikan bukan karena kami mengabaikan, melainkan karena ada beberapa pertimbangan teknis dan anggaran yang harus diatur dengan matang,” ucap Gubernur Dedi.
Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2022, pihak provinsi telah melakukan studi kelayakan untuk dua opsi solusi: perbaikan struktur yang ada atau pembangunan jembatan pengganti berdampingan. Hasil studi menunjukkan bahwa opsi perbaikan struktur lama membutuhkan biaya sekitar Rp 8,5 miliar, sedangkan pembangunan jembatan baru dengan kapasitas lebih besar diperkirakan mencapai Rp 15 miliar.
“Pada saat itu, kami harus memprioritaskan pembangunan jembatan alternatif yang sudah beroperasi sejak akhir 2022 untuk menjamin kelancaran lalu lintas. Namun, kami tidak pernah melupakan sasak lama yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Dayeuhkolot,” tambahnya.
Rencana Tindak Lanjut Pemerintah
Dedi Mulyadi mengumumkan bahwa pihaknya akan melakukan tinjau ulang rencana perbaikan Sasak Geulis Dayeuhkolot pada tahun anggaran 2027. Langkah yang akan diambil meliputi:
- Melakukan inspeksi teknik ulang secara menyeluruh untuk menentukan apakah struktur masih dapat diperbaiki atau perlu dibongkar dan diganti.
- Mengajukan anggaran khusus untuk perbaikan atau pembangunan pengganti melalui APBD Provinsi Jawa Barat tahun 2027.
- Melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan masyarakat sekitar untuk mendengarkan aspirasi terkait penggunaan sasak setelah diperbaiki, termasuk kemungkinan untuk mengembangkannya sebagai spot wisata kecil dengan memperhatikan nilai sejarahnya.
“Kami berkomitmen bahwa pada tahun depan, akan ada kepastian yang jelas terkait penanganan Sasak Geulis Dayeuhkolot. Masyarakat berhak mendapatkan infrastruktur yang aman dan berfungsi dengan baik,” tegas Dedi Mulyadi.
Ketua RW 05 Kelurahan Dayeuhkolot, Supriadi, menyampaikan apresiasi atas tanggapan gubernur. “Kami berharap rencana ini segera terealisasi agar sasak yang sudah menjadi bagian dari identitas wilayah kami bisa kembali berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
