I Time. SLOGOHIMO, Wonogiri – Di tengah hiruk-pikuk peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang mengusung tema nasional “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, sekelompok jurnalis di Kabupaten Wonogiri memilih merayakan momentum ini melalui aksi langsung yang sederhana namun bermakna. Senin (9/2/2026), Persatuan Jurnalis Wonogiri (PJW) menyalurkan santunan berupa sembako dan bantuan kepada anak-anak sekolah dari keluarga kurang mampu di Kecamatan Slogohimo.
Kegiatan yang digelar di Angkringan Tengah Sawah, Dusun Kebondalem, Desa Slogohimo, berlangsung dalam suasana hangat dan akrab. Sebanyak 14 jurnalis dari berbagai media yang rutin meliput di wilayah Wonogiri turut hadir, termasuk perwakilan dari Portalika News Network. Mereka bersama-sama menunjukkan solidaritas insan pers melalui bentuk kepedulian sosial yang nyata kepada masyarakat pinggiran.
Ketua Pengawas PJW, Marsudi, dalam sambutannya menekankan bahwa peran pers tidak berhenti pada penyampaian informasi semata. “Pers harus tetap menjadi pilar demokrasi yang menjaga ruang publik tetap sehat, transparan, dan akuntabel,” ujarnya. Ia mengakui tantangan yang dihadapi dunia pers saat ini semakin berat, mulai dari disrupsi teknologi informasi, maraknya disinformasi, hingga tekanan ekonomi yang dialami industri media.

“Di era digitalisasi yang begitu cepat, insan pers dituntut untuk tetap menjadi penjaga kebenaran dan pengawal kepentingan rakyat,” tambah Marsudi. Menurutnya, pers yang kuat dan independen menjadi prasyarat utama bagi demokrasi yang kokoh.
Pada kesempatan yang sama, PJW membacakan Pernyataan Sikap HPN 2026 yang disampaikan oleh Ketua PJW, Trianto Hery Suryono, yang akrab disapa Ibas. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kemerdekaan pers adalah hak konstitusional yang dijamin Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan tidak boleh dikurangi dengan cara apa pun.
PJW secara tegas mengecam segala bentuk intimidasi, tekanan, kriminalisasi, maupun intervensi terhadap jurnalis dan media di Kabupaten Wonogiri, baik dari kekuasaan politik, birokrasi, maupun aparat penegak hukum. “Pers daerah bukan alat kekuasaan, bukan media pesanan, bukan corong pencitraan, melainkan pengawas kekuasaan dan penyampai kepentingan publik,” bunyi pernyataan tersebut.
Pernyataan sikap itu juga menuntut seluruh pemangku kepentingan di Wonogiri untuk menghormati mekanisme hukum pers serta menghentikan praktik pembungkaman terhadap kerja jurnalistik yang sah.
Trianto Hery Suryono mengajak seluruh insan pers, khususnya di Wonogiri, untuk terus mempertahankan idealisme, profesionalisme, dan integritas. “Teruslah menjadi cahaya informasi bagi masyarakat. Teruslah menjaga nurani kebenaran. Pers Indonesia harus menjadi garda terdepan dalam menjaga demokrasi, konstitusi, dan persatuan bangsa,” tegasnya.
Melalui perpaduan antara aksi sosial berupa santunan, pembacaan pernyataan sikap, serta refleksi mendalam atas HPN 2026, PJW menunjukkan bahwa kehadiran pers tidak hanya melalui tulisan atau liputan, melainkan juga melalui komitmen nyata, solidaritas, dan keberpihakan pada masyarakat kecil. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di balik tugas jurnalistik, ada tanggung jawab moral untuk turut membangun kesejahteraan bersama.
Pewarta: Nandar Suyadi

