Itime Salatiga 9 Februari 2026 – Bagi sebagian orang, kesalahan dalam gerakan saat berolahraga mungkin menjadi hal yang membuat minder. Namun bagi komunitas linedance yang dipimpin oleh Ibu Lyla di Surakarta, kesalahan justru dianggap sebagai bagian penting dari perjalanan belajar. “Nama nya juga latihan, pasti ada proses sebelum kita bisa melakukan gerakan dengan sempurna,” ujar Ibu Lyla yang tidak pernah bosan memberikan pembinaan dan semangat kepada anggotanya.
Komunitas ini sebagian besar diisi oleh kaum wanita paruh baya hingga lansia yang menunjukkan semangat luar biasa dalam berlatih setiap hari. Mereka datang dengan antusiasme tinggi, tidak peduli jika terkadang langkah kaki atau gerakan tangan mereka belum sesuai dengan arahan. Bagi mereka, latihan linedance bukan hanya tentang tampil indah di atas lantai tarian, tetapi juga sebagai cara untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran.
Linedance Bantu Tingkatkan Daya Ingat
Menurut pengetahuan yang telah banyak dikembangkan, linedance termasuk jenis olahraga yang baik untuk meningkatkan daya ingat. Hal ini karena saat berlatih, peserta harus mengingat urutan gerakan, irama musik, dan koordinasi antara kaki dengan tangan – semua hal yang merangsang aktivitas otak. Bagi wanita paruh baya dan lansia, hal ini sangat bermanfaat untuk menjaga kognitif tetap prima dan mengurangi risiko masalah terkait memori seiring bertambahnya usia.
“Banyak anggota kami yang bilang setelah rutin berlatih, mereka merasa lebih mudah mengingat hal-hal sehari-hari,” jelas Ibu Lyla dengan senyum hangat. Ia selalu memberikan dukungan penuh kepada setiap anggota, mulai dari yang baru belajar hingga yang sudah mahir. Setiap kali ada yang melakukan kesalahan gerakan, Ibu Lyla tidak pernah menyalahkan, melainkan dengan sabar mengulanginya dan memberikan motivasi agar tidak menyerah.
Semangat yang Menular di Antara Wanita Wanita Tangguh
Semangat para peserta sungguh menular. Mereka saling membantu satu sama lain saat berlatih, tidak sungkan menunjukkan kesalahan dan belajar bersama. Banyak dari mereka mengaku bahwa selain mendapatkan manfaat kesehatan, komunitas linedance juga menjadi tempat untuk bertemu teman baru dan mengisi waktu luang dengan hal yang positif.
“Kita tidak hanya berlatih tarian, tapi juga saling menguatkan satu sama lain. Kadang kala kita merasa lelah atau kurang percaya diri, tapi melihat teman-teman lain tetap semangat, kita jadi ingin terus berusaha,” ujar salah satu anggota komunitas yang berusia 55 tahun.
Ibu Lyla berharap semakin banyak wanita paruh baya dan lansia yang mau mencoba linedance. “Jangan takut salah gerakan, karena itu adalah bagian dari belajar. Yang penting kita mau mulai dan tetap konsisten – tubuh akan sehat dan pikiran akan lebih segar,” pungkasnya.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
