Itime.Boyolali 12 Februari 2026 . Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Boyolali menggelar aksi damai untuk menyampaikan permintaan agar proses pemilihan rektor terpilih di salah satu perguruan tinggi negeri/swasta lokal dibatalkan. Aksi yang berlangsung di depan kantor perguruan tinggi terkait pada hari ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas, yang menyatakan kekhawatiran terkait prosedur pemilihan dan transparansi yang dianggap belum memenuhi standar yang berlaku.
Dalam surat pengantar yang disampaikan kepada pihak pengurus perguruan tinggi dan pemerintah daerah, mahasiswa menyampaikan sejumlah poin utama yang menjadi dasar tuntutan pembatalan rektor terpilih, antara lain:
- Kesalahan prosedural dalam tahapan seleksi dan penetapan calon rektor, yang dinilai tidak sesuai dengan peraturan pendidikan tinggi nasional dan peraturan internal perguruan tinggi.
- Kurangnya transparansi dalam proses evaluasi profil serta kualifikasi calon rektor, sehingga membuat mahasiswa dan masyarakat akademik merasa tidak mendapatkan informasi yang jelas mengenai capaian dan visi-misi calon yang terpilih.
- Perluasan partisipasi mahasiswa dan civitas akademika dalam proses pemilihan pemimpin perguruan tinggi, yang dianggap belum optimal dalam tahapan sebelumnya.
Koordinator aksi mahasiswa, yang tidak ingin disebutkan namanya, menyampaikan bahwa aksi ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan bahwa perguruan tinggi mendapatkan pemimpin yang berkualitas dan dipilih melalui proses yang adil serta terbuka: “Kami bukanlah menentang individu, tetapi ingin memastikan bahwa proses pemilihan rektor berjalan sesuai aturan dan dapat menjawab harapan seluruh civitas akademika. Perguruan tinggi adalah rumah kita bersama, jadi kita memiliki hak untuk berbicara demi masa depannya.”
Acara aksi berlangsung dengan damai, diiringi dengan pembacaan pidato bersama dan penyerahan surat permohonan kepada pihak perguruan tinggi. Tim kerja dari pihak perguruan tinggi telah menerima surat tersebut dan menyampaikan bahwa akan melakukan evaluasi mendalam terkait permasalahan yang diajukan oleh mahasiswa.
Perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Boyolali yang turut hadir untuk mengawasi situasi menyampaikan bahwa pihaknya akan mengikuti perkembangan kasus ini dan siap membantu memfasilitasi komunikasi antara mahasiswa dan pihak perguruan tinggi guna mencapai solusi yang terbaik: “Kami menghargai semangat mahasiswa yang peduli dengan masa depan perguruan tinggi di Boyolali. Komunikasi yang terbuka dan konstruktif adalah kunci untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan baik.”
Hingga saat ini, pihak perguruan tinggi belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan pembatalan rektor terpilih, namun menyatakan bahwa akan segera mengeluarkan pernyataan setelah melakukan verifikasi dan evaluasi menyeluruh terhadap semua poin yang diajukan oleh mahasiswa. Para mahasiswa juga menyampaikan bahwa mereka siap untuk melakukan dialog terbuka dengan pihak terkait guna mencari jalan keluar yang menguntungkan semua pihak dan menjaga keharmonisan lingkungan akademik di Boyolali.
(Reina)

