Itime. MAGETAN – Menjawab tingginya jumlah pekerja migran asal daerah, RSUD dr. Sayidiman Magetan resmi membuka layanan medical check-up bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Kehadiran layanan ini diharapkan mempermudah akses pemeriksaan kesehatan sekaligus menekan biaya yang selama ini harus ditanggung calon pekerja migran.
Direktur RSUD dr. Sayidiman Magetan, dr. Rochmad Santoso, mengungkapkan bahwa pembukaan layanan tes kesehatan CPMI dilatarbelakangi tingginya jumlah pekerja migran asal Kabupaten Magetan yang mencapai 1.500 hingga 2.000 orang setiap tahun.
Direktur RSUD dr. Sayidiman, dr. Rochmad Santoso
“Selama ini CPMI asal Magetan harus menjalani pemeriksaan kesehatan di luar daerah, seperti Madiun, Kediri, bahkan Surabaya. Alhamdulillah, Peraturan Bupati tentang tarif layanan telah terbit sehingga tes kesehatan CPMI kini bisa kami layani di Magetan. Tujuannya mendekatkan layanan dan meringankan beban masyarakat,” ujar dr. Rochmad Santoso, Selasa (24/2/2026).
Dengan terbitnya peraturan tersebut, tarif medical check-up CPMI di RSUD dr. Sayidiman Magetan menjadi lebih kompetitif. Selain menghemat waktu, kebijakan ini juga menekan biaya transportasi dan akomodasi yang selama ini dikeluarkan calon pekerja migran dan keluarganya.
Manajemen rumah sakit memastikan hasil pemeriksaan kesehatan CPMI di RSUD dr. Sayidiman telah memperoleh rekomendasi dari Kementerian Ketenagakerjaan, sehingga diakui dan dapat digunakan untuk berbagai negara tujuan penempatan tenaga kerja.
Untuk mendukung layanan tersebut, RSUD dr. Sayidiman menyiapkan tim medis lengkap yang terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam, psikiater, hingga psikolog. Jenis pemeriksaan disesuaikan dengan standar masing-masing negara tujuan, mulai dari pemeriksaan TBC paru, HIV, hingga tes tinja sesuai kebutuhan.
“Setiap negara memiliki persyaratan yang berbeda. Karena itu, jenis pemeriksaan dan tarif tes kesehatan CPMI kami sesuaikan dengan standar negara tujuan,” jelasnya.
Meski masih terus dikembangkan, termasuk koordinasi teknis untuk negara tujuan tertentu seperti Taiwan, RSUD dr. Sayidiman optimistis seluruh kebutuhan tes kesehatan CPMI asal Magetan dapat terlayani secara optimal. Program ini juga diproyeksikan berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Magetan melalui kerja sama dengan P3TKI.
(Ipung)

