ITime.id – 7 November 2025..Indonesia dikenal sebagai negeri dengan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Salah satu tumbuhan unik yang sering menarik perhatian dunia adalah bunga bangkai (Amorphophallus titanum), tanaman raksasa yang terkenal karena ukuran dan aroma khasnya yang menyengat. Meski tergolong langka dan dilindungi, ternyata bunga ini juga memiliki jenis-jenis tertentu yang dapat ditemukan di berbagai daerah dan bahkan bisa dikonsumsi.

Bunga bangkai sendiri tidak hanya terdiri dari satu jenis. Di Indonesia, tercatat lebih dari 150 spesies Amorphophallus, yang tersebar mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara. Dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil yang berstatus langka dan dilindungi secara ketat seperti Amorphophallus titanum yang tumbuh di hutan-hutan Sumatera.
Namun, ada juga jenis bunga bangkai lain seperti Amorphophallus paeoniifolius (dikenal masyarakat sebagai suweg atau iles-iles) yang justru sering dibudidayakan oleh petani karena umbi tanaman ini bisa dikonsumsi dan diolah menjadi berbagai makanan tradisional. Umbinya mengandung karbohidrat tinggi dan menjadi bahan alternatif pengganti tepung, bahkan kini mulai dimanfaatkan untuk produk pangan sehat dan ekspor.
“Jenis-jenis tertentu dari bunga bangkai memang aman dikonsumsi, tapi perlu pengetahuan untuk membedakan mana yang dilindungi dan mana yang boleh dibudidayakan,” ujar seorang peneliti tanaman endemik dari Universitas Lampung.
Selain nilai konsumsi, bunga bangkai juga memiliki nilai ekologis dan pariwisata tinggi. Di beberapa daerah seperti Bengkulu, Lampung, dan Sumatera Barat, bunga bangkai menjadi ikon wisata alam yang menarik wisatawan untuk datang saat masa mekarnya. Aroma tajam yang khas justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung lokal maupun mancanegara.
Pemerintah dan berbagai lembaga konservasi terus mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengambil atau memperjualbelikan bunga bangkai langka dari habitat aslinya. Upaya edukasi dan konservasi kini gencar dilakukan, baik melalui kebun botani maupun pelestarian berbasis masyarakat di sekitar hutan.
Bunga bangkai menjadi simbol paradoks alam Indonesia — indah sekaligus menakutkan, langka namun bermanfaat. Dengan pengelolaan yang bijak, tanaman khas nusantara ini bukan hanya bisa dilestarikan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan pengetahuan bagi generasi mendatang.
Reina
