Itime.id. PALEMBANG. Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Kimarogan, tepatnya di wilayah RT 44 RW 09, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Senin (1/6/2026) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang pria meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara seorang wanita yang diduga merupakan istrinya mengalami luka berat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, pasangan suami istri tersebut mengalami kecelakaan saat melintas di ruas jalan yang minim penerangan. Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Belum diketahui secara pasti apakah kendaraan korban menabrak objek tertentu atau terlibat tabrakan dengan kendaraan lain.
Korban pria dilaporkan meninggal dunia di tempat setelah mengalami luka berat pada bagian kepala. Sementara korban wanita mengalami patah rahang serta cedera serius pada bagian pipi kanan dan kiri.
Petugas Polsek Kertapati Dan Pos Lalu Lintas Polrestabes Palembang, “Heru, yang tiba di lokasi segera melakukan evakuasi dan membawa kedua korban ke Rumah Sakit Bari Palembang untuk penanganan lebih lanjut.
Dari identitas yang ditemukan, korban diduga merupakan warga RT 44 Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang. Namun demikian, identitas resmi korban masih menunggu konfirmasi dari pihak keluarga maupun kepolisian.
Peristiwa ini kembali memicu sorotan masyarakat terhadap kondisi Jalan Kimarogan yang dinilai gelap akibat banyak lampu penerangan jalan umum (PJU) yang tidak berfungsi sebagaimana fungsinya.
Warga Kecamatan Kertapati mengecam lambannya penanganan kerusakan lampu jalan di sepanjang jalur tersebut. Selain rawan kecelakaan, kondisi gelap juga disebut kerap memicu berbagai tindak kriminal dan gangguan keamanan.
Ketua RT 44 Kelurahan Kemang Agung mengaku telah beberapa kali melaporkan kondisi lampu jalan yang mati kepada instansi terkait.
“Sudah beberapa kali kami laporkan. Bahkan sejak tahun lalu sudah kami sampaikan, tetapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata. Dua hari lalu memang ada petugas yang datang dan menghubungi saya. Mereka mengatakan akan memperbaiki lampu jalan, namun ternyata tidak membawa lampu pengganti,” ujarnya.
Menurutnya, petugas hanya melakukan dokumentasi di lokasi tanpa ada perbaikan yang terlihat.
“Mereka hanya mengambil foto-foto untuk dokumentasi. Kami tidak tahu apakah itu untuk laporan bahwa sudah ditindaklanjuti atau bagaimana. Yang jelas kondisi lampu jalan masih gelap sampai sekarang,” katanya.
Warga berharap Pemerintah Kota Palembang dan instansi terkait, khususnya Dinas Perhubungan Kota Palembang, segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki penerangan jalan di kawasan tersebut guna mencegah jatuhnya korban berikutnya.
Masyarakat juga meminta perhatian serius dari Pemerintah Kota Palembang agar persoalan lampu jalan yang telah lama dikeluhkan warga tidak terus berlarut-larut tanpa solusi yang jelas.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Perhubungan Kota Palembang terkait keluhan warga maupun kondisi lampu penerangan jalan di ruas Jalan Kimarogan tersebut.
Reporter:Rhm
