
ITime.id – Surakarta. 12 November 2025 .
Kota Surakarta tengah bersiap menyambut peristiwa besar yang sarat sejarah dan makna budaya. Pada 15 November 2025, Gusti Purbaya dijadwalkan akan dilantik menjadi Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, menggantikan tampuk kepemimpinan lama yang telah lama dinantikan masyarakat adat dan pemerhati budaya Jawa.
Pelantikan ini bukan sekadar prosesi adat, melainkan momentum kebangkitan spiritual dan kultural bagi masyarakat Jawa. Bagi banyak kalangan, naik tahtanya Gusti Purbaya menjadi simbol harapan baru terhadap pelestarian nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun sejak masa Mataram Islam.
Berdasarkan informasi dari lingkungan keraton, prosesi pelantikan akan dilangsungkan sejak dini hari. Dimulai dengan “siraman suci” di kompleks dalam keraton, dilanjutkan ritual jamasan pusaka, dan diakhiri dengan upacara penobatan yang dihadiri para abdi dalem, sentana dalem, tokoh masyarakat, serta perwakilan keraton lain di Nusantara.
Ritual ini akan dipimpin oleh para empu dan sesepuh adat, menggunakan pusaka-pusaka peninggalan leluhur yang dianggap memiliki nilai spiritual tinggi. Dalam prosesi tersebut, Gusti Purbaya akan menerima gelar kebangsawanan penuh serta simbol-simbol kekuasaan keraton seperti keris pusaka, blangkon raja, dan tombak warisan.
Salah satu abdi dalem senior, Kanjeng Raden Tumenggung Winarno, kepada iTime.id mengatakan:
“Pelantikan Gusti Purbaya bukan sekadar seremonial. Ini adalah bentuk janji kepada leluhur bahwa nilai luhur keraton akan tetap dijaga, meski dunia terus berubah. Beliau (Gusti Purbaya) dikenal rendah hati, dekat dengan rakyat, dan memiliki semangat muda yang membawa napas baru bagi Kasunanan.”
Gusti Purbaya dikenal memiliki latar belakang pendidikan modern dan pemahaman mendalam tentang sejarah Jawa. Ia tumbuh dalam lingkungan keraton, tetapi juga aktif berinteraksi dengan masyarakat umum dan komunitas budaya lintas daerah.
Dalam beberapa kesempatan, Gusti Purbaya menegaskan bahwa dirinya akan membuka pintu keraton lebih lebar untuk masyarakat, agar nilai-nilai budaya Jawa bisa kembali dirasakan generasi muda.
“Keraton bukan hanya warisan sejarah, tetapi rumah budaya. Saya ingin anak muda Jawa bangga terhadap akar budayanya sendiri,” ujar Gusti Purbaya dalam wawancara eksklusif sebelumnya
Program yang ia rancang meliputi revitalisasi tari dan gamelan klasik, pendidikan bahasa Jawa halus, serta pembukaan museum interaktif digital yang memperkenalkan sejarah Kasunanan kepada dunia internasional.
Pelantikan ini juga diharapkan dapat meredakan dinamika internal yang sempat terjadi di lingkungan keraton. Beberapa kalangan menilai, kehadiran Gusti Purbaya sebagai raja baru akan membawa nuansa damai dan persatuan di antara para keluarga besar trah Kasunanan.
Tokoh budaya asal Surakarta, R. Adi Prabowo, menilai momentum ini sangat penting bagi masa depan warisan budaya Jawa.
“Surakarta adalah jantung kebudayaan Jawa. Di bawah kepemimpinan Gusti Purbaya, semoga keraton kembali hidup, terbuka, dan menjadi sumber inspirasi nasional,” ungkapnya.
Selain itu, Pemerintah Kota Surakarta juga menyatakan dukungannya. Dalam rencana besar kebudayaan kota, keraton akan menjadi pusat kegiatan seni tradisi, dengan dukungan wisata budaya yang ramah dan edukatif bagi pengunjung domestik maupun mancanegara.
Tanggal 15 November 2025 kelak akan dikenang sebagai hari bersejarah dalam perjalanan panjang Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Dengan semangat muda dan keteguhan jiwa, Gusti Purbaya diharapkan mampu menjadi jembatan antara masa lalu yang agung dan masa depan yang berbudaya.
Sebagaimana pepatah Jawa mengatakan, “Ajining diri saka lathi, ajining bangsa saka budaya” — martabat diri lahir dari ucapan, martabat bangsa lahir dari budayanya.
Kini, seluruh mata tertuju pada Keraton Surakarta, menantikan sosok raja muda yang akan menapaki tanggung jawab besar, tidak hanya sebagai pemimpin keraton, tetapi juga penjaga warisan adiluhung Nusantara.
Reina
