
ITime.id – Jakarta. 12 November 2025 .
Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu negara dengan kekayaan alam paling megah di dunia. Tidak hanya dikenal dengan ribuan pulau dan keanekaragaman hayati yang luar biasa, negeri ini juga memiliki lima taman nasional yang diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO. Pengakuan ini bukan hanya soal keindahan, tapi juga komitmen dalam menjaga kelestarian ekosistem tropis yang unik di bumi.
Berikut lima taman nasional kebanggaan Indonesia yang telah ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO:
1. Taman Nasional Ujung Kulon (Banten)
Taman nasional ini menjadi rumah terakhir bagi badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) yang sangat langka dan hampir punah. Ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO sejak 1991, Ujung Kulon menjadi simbol penting pelestarian satwa endemik Indonesia.
Selain fauna langka, kawasan ini menawarkan hutan tropis dataran rendah, pantai berpasir putih, hingga Gunung Krakatau yang menjadi bagian dari sejarah geologi dunia.
2. Taman Nasional Komodo (Nusa Tenggara Timur)
Siapa yang tidak mengenal komodo, reptil purba satu-satunya di dunia yang masih bertahan hidup hingga kini?
Taman Nasional Komodo, yang meliputi Pulau Komodo, Rinca, dan Padar, ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 1991. Selain komodo, taman ini menyimpan keindahan bawah laut yang menakjubkan dengan terumbu karang berwarna-warni yang menjadi surga bagi para penyelam dunia.
3. Taman Nasional Lorentz (Papua)
Menjadi taman nasional terbesar di Asia Tenggara, Lorentz merupakan satu-satunya kawasan di dunia yang mencakup ekosistem dari puncak bersalju hingga hutan hujan tropis dataran rendah.
UNESCO menetapkannya sebagai warisan dunia pada tahun 1999.
Lorentz juga menjadi habitat berbagai satwa langka seperti kanguru pohon, burung cenderawasih, dan kasuari, serta menjadi simbol harmonisasi antara manusia dan alam melalui keberadaan suku-suku asli Papua yang hidup berdampingan dengan alam.
4. Taman Nasional Gunung Leuser (Aceh – Sumatera Utara)
Taman ini merupakan bagian dari Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera, yang ditetapkan UNESCO pada 2004. Gunung Leuser menjadi habitat alami orangutan Sumatera, harimau Sumatera, gajah Sumatera, dan badak Sumatera — empat spesies besar yang semuanya terancam punah.
Dengan luas lebih dari 7.900 km², taman ini menjadi laboratorium alam yang menakjubkan sekaligus benteng terakhir konservasi spesies khas Sumatera.
5. Taman Nasional Kerinci Seblat (Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan)
Masih dalam kawasan Hutan Hujan Tropis Sumatera, taman nasional ini adalah yang terluas di Pulau Sumatera, mencakup lebih dari 13.000 km².
Selain menjadi habitat harimau Sumatera, Kerinci Seblat juga menyimpan Gunung Kerinci — gunung api tertinggi di Indonesia. Pemandangan alamnya yang megah berpadu dengan kekayaan flora dan fauna menjadikan kawasan ini surga bagi para peneliti dan pencinta alam.
Lima taman nasional ini bukan sekadar destinasi wisata, melainkan warisan tak ternilai yang menuntut tanggung jawab bersama untuk dijaga.
UNESCO memberikan pengakuan bukan hanya untuk keindahan alam, tetapi juga untuk mendorong pelestarian ekosistem yang menjadi penopang kehidupan.
Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dan dukungan pemerintah, harapannya Indonesia bisa menambah lebih banyak lagi kawasan yang diakui dunia sebagai warisan alam global.
Reina
