
Itime.id –Bandung 12November 2025.Kota Bandung memang tak pernah kehabisan inovasi dalam dunia kuliner. Dari berbagai jajanan tradisional yang menggugah selera, Colenak kembali mencuri perhatian masyarakat dan wisatawan sebagai camilan legendaris yang kini menjadi primadona baru di dunia kuliner lokal.
Colenak, singkatan dari dicocol enak, adalah sajian tradisional Sunda yang terbuat dari peuyeum (tape singkong) yang dibakar hingga sedikit karamel di permukaannya, lalu disiram dengan saus kinca dari gula merah dan parutan kelapa. Perpaduan rasa manis, gurih, dan aroma bakaran membuat makanan ini memiliki cita rasa khas yang sulit dilupakan.
Menurut beberapa pelaku UMKM kuliner di Bandung, permintaan terhadap Colenak meningkat pesat dalam dua tahun terakhir. Banyak pengusaha muda mulai memodifikasi tampilan Colenak menjadi lebih modern, seperti menambahkan topping keju, cokelat, atau durian, tanpa menghilangkan rasa autentiknya.
“Kami ingin mengenalkan kembali makanan tradisional ini ke generasi muda. Colenak bukan sekadar jajanan lawas, tapi juga bagian dari warisan budaya kuliner Sunda,” ujar Rani Permatasari, salah satu pelaku UMKM di kawasan Jalan Cihapit, Bandung.
Colenak kini juga sering dijumpai di kafe dan restoran bertema heritage food, bahkan dijadikan oleh-oleh khas Bandung yang dikemas secara modern. Dinas Pariwisata Kota Bandung pun mendukung promosi kuliner tradisional ini sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya lokal.
“Kami berharap Colenak dan jajanan tradisional lainnya bisa menjadi ikon kuliner Bandung yang dikenal hingga mancanegara,” ungkap Hendra Wijaya, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disparbud Bandung
Dengan cita rasa yang unik dan sejarah panjang sebagai kuliner rakyat, tak heran jika Colenak kembali bersinar di tengah maraknya tren makanan modern. Kini, menikmati Colenak bukan hanya soal rasa, tetapi juga cara untuk mengenang dan merayakan kekayaan kuliner Nusantara.
Reina
