Itime.id. MADIUN – Korban tenggelam di aliran sungai Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, yang terjadi pada Kamis (9/7/2026) sore.
Akhirnya berhasil ditemukan oleh tim gabungan sekitar pukul 22.00 WIB. Korban diketahui merupakan seorang pelajar SMK berinisial Chy, warga Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun.
Kapolsek Sawahan AKP Widyagana Putra Dirotsaha, S.H., S.I.K menjelaskan Peristiwa bermula sekitar pukul 16.00 WIB ketika enam teman korban lebih dahulu bermain air di sungai. Sekitar pukul 16.30 WIB, korban datang menyusul dan ikut berenang bersama mereka hingga ke bagian tengah sungai.
Diduga korban memasuki area sungai yang memiliki kedalaman lebih tinggi. Karena tidak memiliki kemampuan berenang, korban kemudian tenggelam. Salah seorang saksi sempat melihat korban sebelum akhirnya hilang di bawah permukaan air.

Teman-teman korban berusaha memberikan pertolongan, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil akibat derasnya arus sungai serta keterbatasan kemampuan mereka.
Sejumlah teman korban kemudian mencari galah untuk membantu proses penyelamatan, tetapi korban belum berhasil ditemukan.
Setelah menerima laporan dari masyarakat, Polsek Sawahan bersama tim gabungan dan warga setempat segera menuju lokasi untuk melaksanakan pencarian.
AKP Widyagana Putra Dirotsaha, S.H., S.I.K., Kapolsek Sawahan yang memimpin langsung jalannya proses pencarian hingga korban akhirnya berhasil ditemukan dipinggiran sungai Bengawan Madiun yang masuk Desa Krokeh Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun sekitar Pukul 22.00 wib. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.
Sementara itu Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto, SIK mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian, sehingga korban dapat segera ditemukan.
“Polres Madiun Kota juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sungai maupun lokasi perairan lainnya.
Langkah tersebut penting sebagai upaya mencegah terjadinya peristiwa serupa di kemudian hari”tutupnya.
(Ipung) .
