Itime.id. Pati Jateng – Dalam rangka menjaga situasi Kamtibmas, Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Korpolairud Baharkam Polri melalui Subdit Intelair menggelar diskusi bersama perwakilan kelompok nelayan Pati Jawa Tengah Pada Selasa (14/07/2026).
Kegiatan ini berlangsung di Pelabuhan Juana Pati, Mewakili Dir Polair Korpolairud Baharkam Polri dihadiri oleh Kasi Opsnal Subdit Intelair , Akbp. Suratno, S.H., M.M, Ketua Paguyuban Mitra Nelayan Sejahtera Eko Budiono dan Wakil Heri, DPC HNSI Pati Rasmijan, Ketua Kelompok Jaring Tarik Berkantong Jasiman, Ketua Aksi Nelayan Pati, Agung serta sejumlah perwakilan nelayan.
Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Korpolairud Baharkam Polri menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat komunikasi dan kemitraan dengan masyarakat pesisir sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kegiatan deteksi dini, pemetaan potensi kerawanan, serta penguatan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mencegah berkembangnya potensi konflik sosial yang dapat dipicu oleh dampak kenaikan harga BBM.

Selain menjaga situasi Kamtibmas, Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri juga mengimbau seluruh nelayan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu. Masyarakat diminta untuk selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca dan tinggi gelombang sebelum melaut, memastikan seluruh peralatan keselamatan tersedia dan berfungsi dengan baik, serta memeriksa kelayakan kapal sebelum berlayar guna meminimalkan risiko terjadinya kecelakaan di laut.
“Melalui komunikasi yang baik, deteksi dini, dan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, kami berharap situasi Kamtibmas di wilayah perairan tetap aman dan kondusif. Kami juga mengingatkan para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan dengan memperhatikan prakiraan tinggi gelombang, melengkapi alat keselamatan, serta memastikan kondisi kapal dalam keadaan laik laut sebelum melakukan aktivitas melaut,” ujar AKBP Suratno.
Ketua Paguyuban Mitra Nelayan Sejahtera, Eko Budiono, menyampaikan apresiasi kepada Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri yang telah meluangkan waktu untuk berdialog dan membangun komunikasi secara langsung dengan para nelayan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah yang efektif untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan permasalahan yang dihadapi masyarakat pesisir, khususnya terkait dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terhadap biaya operasional usaha penangkapan ikan, PNBP, Penggunaan Vessel Monitoring System, Regulasi Perijinan Kapal dan menurunnya minat generasi muda terhadap profesi Nelayan.
Eko Budiono mengungkapkan harapannya agar kebijakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengenai pemberian harga khusus Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bagi kapal perikanan berukuran 30 hingga 200 Gross Ton (GT) sebesar Rp15.000 per liter dapat segera direalisasikan karena saat ini sudah memasuki momentum musim penangkapan ikan. Menurutnya, kebijakan tersebut akan membantu mengurangi beban biaya operasional dan logistik kapal, sehingga mampu meningkatkan produktivitas usaha penangkapan ikan sekaligus mendukung kesejahteraan para nelayan.
Selain itu, Eko Budiono berharap Polri dapat terus berperan sebagai jembatan komunikasi antara nelayan dengan pemerintah, sehingga setiap aspirasi dan kebutuhan masyarakat pesisir dapat tersampaikan dengan baik serta menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan yang berpihak pada kepentingan dan kesejahteraan nelayan.
Polri berkomitmen untuk Mewujudkan misi Kedua Astacita ” Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada Pangan, Energi, air, ekonomi Kreatif, ekonomi hijau dan ekonomi Biru dengan terus hadir di tengah masyarakat nelayan sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan laut sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya kelautan nasional.
(Tim)
