ITime. Id.WONOSOBO –16 Juli 2026 .Kawasan Dataran Tinggi Dieng kembali diselimuti udara dingin ekstrem dengan suhu yang mencapai sekitar 2 derajat Celsius pada Kamis (16/7/2026) dini hari. Penurunan suhu ini membuat embun membeku atau yang dikenal masyarakat sebagai embun upas kembali muncul di sejumlah titik kawasan Dieng.
Fenomena tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang sengaja datang sejak pagi untuk menyaksikan hamparan rumput dan tanaman yang tampak memutih akibat lapisan kristal es. Pemandangan unik yang hanya terjadi saat musim kemarau ini membuat kawasan Dieng kembali ramai dikunjungi.
Menurut penjelasan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), embun es terbentuk akibat kombinasi langit yang cerah tanpa tutupan awan, udara yang sangat kering, serta kondisi geografis Dieng yang berada di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut. Kondisi tersebut menyebabkan suhu permukaan turun drastis hingga mendekati bahkan di bawah titik beku.
Di balik keindahannya, fenomena embun upas juga membawa dampak bagi para petani. Tanaman hortikultura seperti kentang, kubis, dan berbagai jenis sayuran berpotensi mengalami kerusakan apabila terkena embun beku dalam waktu yang cukup lama.
Sementara itu, pelaku usaha wisata berharap cuaca dingin yang masih berlangsung mampu meningkatkan kunjungan wisatawan. Mereka mengimbau para pengunjung untuk mengenakan pakaian hangat, jaket tebal, sarung tangan, serta menjaga kondisi tubuh saat menikmati suasana dingin khas Dieng.
Fenomena suhu rendah ini diperkirakan masih berpotensi terjadi selama puncak musim kemarau, terutama pada malam hingga menjelang matahari terbit. Masyarakat dan wisatawan diimbau tetap memantau informasi cuaca serta menjaga keselamatan selama beraktivitas di kawasan Dataran Tinggi Dieng.
(Reina)
