
I tme.id – Surakarta 14 14November 2025. Keraton Surakarta Hadiningrat memasuki era kepemimpinan baru setelah Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hangabehi resmi jumeneng sebagai Paku Buwono XIV (PB XIV). Pengukuhan tersebut berlangsung dalam upacara adat sakral di dalam lingkungan keraton pada hari yang dianggap baik menurut penanggalan Jawa.
Prosesi yang digelar tertutup namun tetap khidmat ini menjadi penanda suksesi kepemimpinan di tubuh Keraton Surakarta. Dalam rangkaian acara tersebut, KGPH Hangabehi menerima gelar Gusti Puruboyo, yang menandai pengesahan kedudukannya sebagai raja baru penerus trah Mataram Surakarta.
Upacara jumeneng dimulai sejak pagi dengan prosesi internal keraton. Para abdi dalem, sentana dalem, dan sejumlah bangsawan keraton mengikuti tata urutan adat yang dipandu para pinisepuh. Gamelan Monggang dan Kodok Ngorek, yang hanya dibunyikan pada momen-momen sakral, mengiringi jalannya ritual.
Suasana di Bangsal Pringgitan tampak tenang dan penuh penghormatan. KGPH Hangabehi, berbusana lengkap dengan atribut raja Jawa, menjalani prosesi pengukuhan yang meliputi pembacaan pranatan, pemberian gelar, serta pengesahan oleh para sesepuh keraton.
Pengukuhan PB XIV disambut harapan besar dari para penghayat budaya Jawa serta komunitas internal keraton. Mereka berharap kepemimpinan baru ini dapat membawa angin segar bagi tata kelola keraton, memperkuat pelestarian adat, serta merawat warisan budaya Mataram yang telah bertahan ratusan tahun.
“Momentum ini diharapkan menjadi awal bagi harmoni baru di internal Keraton Surakarta,” ujar salah satu abdi dalem senior setelah prosesi usai.
Meskipun prosesi bersifat tertutup, sejumlah warga dan pemerhati budaya tampak berkumpul di sekitar alun-alun utara untuk menyimak perkembangan suksesi tersebut.
Upacara jumeneng Paku Buwono XIV ditutup dengan doa bersama yang dipimpin para pinisepuh keraton. Doa tersebut ditujukan untuk keselamatan raja baru, kemakmuran keraton, serta kelestarian budaya Jawa di tengah dinamika zaman.
Dengan resmi jumenengnya KGPH Hangabehi sebagai PB XIV, Keraton Surakarta menapaki babak baru dalam perjalanan sejarahnya yang panjang sebagai salah satu pusat budaya Jawa.
Reina
