ITime.id —Kediri 14November 2025. Di tengah gemerlap dunia hiburan tradisional Jawa, nama Niken Salindri muncul sebagai sosok sinden muda yang tidak hanya berbakat, tetapi juga begitu ramah dan rendah hati. Kepribadiannya yang sederhana dan kemampuan vokalnya yang luar biasa membuatnya menjadi idola baru di kalangan generasi muda.

ITime.id —Kediri 14November 2025. Di tengah gemerlap dunia hiburan tradisional Jawa, nama Niken Salindri muncul sebagai sosok sinden muda yang tidak hanya berbakat, tetapi juga begitu ramah dan rendah hati. Kepribadiannya yang sederhana dan kemampuan vokalnya yang luar biasa membuatnya menjadi idola baru di kalangan generasi muda.
Niken lahir pada 29 Juni 2008 di Kediri, Jawa Timur, dari keluarga seniman. Ayahnya, Ki Degleng Gondosupono, adalah seorang dalang wayang yang cukup dikenal, sedangkan ibunya, Wiwin Arumita, mendukung penuh karier seni Niken.
Sejak masih sangat kecil, Niken sudah terlibat di dunia seni tradisional. Dia mulai tampil di panggung wayang sejak usia 4 tahun, mengikuti jejak sang ayah.
Kemampuan menyinden Niken tidak sekadar “bawaan dari kecil” — dia aktif mengasah vokalnya melalui pelatihan formal. Saat masih SD, dia mengikuti ekstrakurikuler karawitan dan pelatihan vokal.
Seiring waktu, Niken pun memperluas jangkauan musiknya. Ia dikenal menyanyikan lagu-lagu campursari khas Jawa, seperti versi remake “Mangku Purel” yang sukses viral di YouTube. Selain itu, dia juga merilis lagu-lagu lain yang mendapat respon positif dari penikmat musik tradisional.
Salah satu momen yang membuat Niken semakin diperbincangkan publik adalah ketika dia memborong semua dagangan pedagang es keliling usai tampil di panggung. Dalam sebuah video viral, ia dengan tulus mengajak penjual es untuk bergabung menikmati suasana, sekaligus menunjukkan empati dan rasa hormat yang tinggi kepada sesama.
Sikapnya ini kemudian dibandingkan dengan sosok lain di publik, dan banyak netizen memuji Niken karena nilai adab dan rasa empatinya meskipun usianya masih sangat muda.
Meski sibuk manggung dan merekam lagu, Niken tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas. Dia dikenal tetap aktif di bangku sekolah, sekaligus menjalani pelatihan seni.
Selain itu, di media sosial seperti Instagram dan TikTok, Niken berbagi momen kehidupan sehari-harinya, kiprahnya di panggung, dan pesan-pesan positif. Keaktifannya di platform tersebut semakin memperluas jangkauan pengaruhnya di kalangan generasi muda.
Bagi banyak orang, Niken Salindri bukan hanya penyanyi, tetapi juga simbol harapan bahwa warisan budaya tradisional bisa hidup di kalangan generasi milenial. Dengan suara khasnya, penampilan tradisional (seperti kebaya saat tampil), dan kepribadian yang santun, ia menjadi figur inspiratif.
Karya-karyanya, baik di dunia sinden maupun musik campursari, menunjukkan bahwa seseorang muda bisa berkembang tanpa menghilangkan akar budayanya. Di mata publik, Niken menjadi contoh bahwa kesederhanaan, keramahan, dan keterampilan bisa berjalan beriringan.
Reina
