ITime. Id.JAKARTA –31 Juli 2026 .Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. World Health Organization (WHO) memberikan kepercayaan kepada perwakilan EMT Muhammadiyah untuk menjadi peer reviewer dalam proses verifikasi sertifikasi tim medis darurat milik Peace Winds Japan (PWJ) di Jepang pada 23–24 Juli 2026.
Kepercayaan tersebut diberikan kepada dr. Corona Rintawan, yang mewakili Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah. Ia bertugas melakukan penilaian terhadap kesiapan Peace Winds Japan dalam memenuhi standar WHO EMT Type 1 Mobile, sertifikasi internasional yang menjadi syarat bagi tim medis darurat untuk dapat diterjunkan dalam misi kemanusiaan di berbagai negara.
Selama proses verifikasi, tim penilai mengevaluasi berbagai aspek penting, mulai dari kesiapan operasional, pelayanan medis, sistem manajemen, logistik, hingga pemenuhan standar internasional yang telah ditetapkan WHO. Proses tersebut berlangsung selama dua hari dengan pengawasan yang ketat.
Penunjukan dr. Corona Rintawan menjadi bukti pengakuan WHO terhadap kapasitas dan pengalaman EMT Muhammadiyah dalam penyelenggaraan layanan kesehatan darurat berstandar internasional. Kepercayaan ini juga memperkuat posisi Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi kemanusiaan Indonesia yang memiliki reputasi global.
Menurut dr. Corona Rintawan, amanah dari WHO merupakan kesempatan berharga bagi Muhammadiyah untuk terus belajar, memperluas jejaring internasional, serta berbagi pengalaman dalam pengembangan sistem Emergency Medical Team di berbagai negara. Ia menilai kolaborasi lintas negara menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas respons terhadap bencana dan krisis kemanusiaan.
Pada akhir proses verifikasi, Peace Winds Japan berhasil memperoleh sertifikasi WHO EMT Type 1 Mobile, sehingga resmi diakui sebagai tim medis darurat berstandar internasional yang siap diterjunkan dalam berbagai operasi kemanusiaan global.
Tak hanya itu, WHO juga menunjuk Donny Mutiasa dari EMT Muhammadiyah sebagai co-mentor bagi EMT Bulan Sabit Merah Indonesia dalam persiapan verifikasi WHO EMT Type 1 Mobile. Penugasan tersebut semakin menegaskan peran strategis EMT Muhammadiyah dalam pengembangan kapasitas tim medis darurat di tingkat nasional maupun internasional.
Pencapaian ini melanjutkan kiprah EMT Muhammadiyah yang sebelumnya telah menjadi tim medis darurat pertama di Indonesia yang memperoleh verifikasi WHO. Kini, kepercayaan untuk menjadi penilai tim internasional menunjukkan bahwa kompetensi sumber daya manusia Muhammadiyah semakin diakui dunia dan mampu berkontribusi dalam memperkuat sistem respons bencana global.
(Reina)
