ITime.id .SEMARANG – 8 Agustus 2026 Universitas Diponegoro (UNDIP) menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan nyaman bagi mahasiswa baru. Rektor UNDIP menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi praktik perploncoan dalam rangkaian kegiatan penerimaan mahasiswa baru.
Penegasan tersebut menjadi penting menjelang dimulainya berbagai kegiatan penyambutan dan pengenalan kehidupan kampus bagi calon mahasiswa baru. Kegiatan pengenalan mahasiswa baru diharapkan menjadi momentum untuk membantu mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan akademik, mengenal budaya kampus, serta membangun semangat belajar dan berorganisasi.
UNDIP sebelumnya telah secara tegas melarang kegiatan ospek, perploncoan maupun pengkaderan mahasiswa baru yang dilakukan tanpa izin. Kampus juga meminta mahasiswa baru untuk berani melaporkan apabila menemukan kegiatan yang menyimpang atau tidak sesuai dengan tujuan pendidikan.
Dengan kebijakan tersebut, kegiatan mahasiswa baru harus dilaksanakan secara terarah dan berada dalam pengawasan pihak kampus. Tidak boleh ada tindakan yang merendahkan martabat, mengandung kekerasan, intimidasi, maupun bentuk tekanan lainnya dengan alasan tradisi atau pembentukan mental.
Bagi UNDIP, pembentukan karakter mahasiswa tidak harus dilakukan melalui perploncoan. Justru, mahasiswa dapat ditempa melalui kegiatan akademik, organisasi, pengabdian kepada masyarakat, kreativitas, serta berbagai aktivitas positif yang mampu membangun kepemimpinan dan rasa tanggung jawab.
Rektor UNDIP juga mengajak mahasiswa baru untuk memanfaatkan masa awal perkuliahan sebagai kesempatan mengenal lingkungan kampus sekaligus mengembangkan kemampuan diri. Mahasiswa tidak hanya dituntut berprestasi secara akademik, tetapi juga diharapkan memiliki keterampilan sosial dan kemampuan berorganisasi.
Ketegasan terhadap perploncoan menjadi bagian dari upaya menciptakan budaya pendidikan tinggi yang lebih sehat. Dengan demikian, mahasiswa baru dapat memasuki dunia perkuliahan dengan rasa aman, percaya diri, dan semangat untuk meraih prestasi.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tradisi kampus harus terus berkembang mengikuti nilai-nilai pendidikan. Masa orientasi seharusnya menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenal kampus dan membangun persaudaraan, bukan menjadi pengalaman yang meninggalkan rasa takut maupun trauma.
(Reina)
