ITime.id .JAWA TIMUR –13 Agustus 2026 .Jawa Timur memiliki salah satu kawasan penting dalam jaringan konservasi dunia UNESCO, yakni Cagar Biosfer Belambangan. Kawasan ini menjadi bagian dari program Man and the Biosphere (MAB) UNESCO yang mengedepankan keseimbangan antara pelestarian lingkungan, penelitian, pembangunan berkelanjutan, serta kehidupan masyarakat.
Cagar Biosfer Belambangan ditetapkan UNESCO pada 2016. Kawasan ini memiliki bentang alam yang sangat beragam, mulai dari hutan, savana, kawasan karst, pegunungan, pesisir, mangrove hingga ekosistem laut seperti padang lamun dan terumbu karang.
Wilayah konservasi tersebut mencakup tiga taman nasional, yaitu Taman Nasional Alas Purwo, Taman Nasional Baluran dan Taman Nasional Meru Betiri, serta Cagar Alam Kawah Ijen. Keberagaman ekosistem tersebut menjadikan Belambangan memiliki nilai penting bagi perlindungan keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Bukan hanya menjadi kawasan perlindungan alam, Cagar Biosfer Belambangan juga memiliki peran penting bagi masyarakat di sekitarnya. Aktivitas seperti pertanian, hortikultura dan agroforestri menjadi bagian dari kehidupan ekonomi masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan konservasi.
Konsep cagar biosfer UNESCO memang tidak semata-mata memisahkan manusia dari alam. UNESCO menempatkan cagar biosfer sebagai laboratorium hidup untuk pembangunan berkelanjutan, tempat konservasi keanekaragaman hayati berjalan bersama dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Keberadaan Belambangan juga semakin strategis karena kawasan ini bersinggungan dengan Ijen UNESCO Global Geopark. UNESCO mencatat bahwa Ijen UNESCO Global Geopark memiliki kawasan yang tumpang tindih dengan Cagar Biosfer Belambangan.
Kondisi tersebut menjadikan wilayah Banyuwangi dan sekitarnya memiliki kekayaan alam yang tidak hanya penting bagi Jawa Timur, tetapi juga mendapat pengakuan dalam jaringan konservasi internasional.
Tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga kelestarian hutan, pesisir dan laut sekaligus memastikan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan. Pengembangan ekowisata, pendidikan lingkungan, penelitian, produk masyarakat serta pemanfaatan sumber daya alam yang bijaksana menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan.
Cagar Biosfer Belambangan pada akhirnya bukan sekadar label UNESCO. Kawasan ini menjadi pengingat bahwa pelestarian alam dan kesejahteraan manusia dapat berjalan beriringan apabila dikelola dengan prinsip keberlanjutan dan melibatkan masyarakat.
Dengan kekayaan ekosistem darat dan laut yang dimilikinya, Belambangan menjadi salah satu aset penting Jawa Timur dalam menjaga keanekaragaman hayati sekaligus membuka peluang pengembangan wisata berbasis alam dan masyarakat secara bertanggung jawab.
(Reina)
