JEDDAH, iTIME.ID – Suasana haru menyelimuti rombongan Jamaah Umrah Safina Asalam asal Kalimantan Selatan saat melaksanakan tawaf wada atau tawaf perpisahan di Masjidil Haram, Makkah, Jumat (14/8/2026).
Dengan langkah perlahan, para jamaah mengelilingi Ka’bah untuk terakhir kalinya sebelum meninggalkan Tanah Suci. Lantunan doa dan selawat terus mengiringi ibadah yang menjadi penutup seluruh rangkaian pelaksanaan umrah tersebut.
Bagi para jamaah, momen perpisahan dengan Baitullah bukanlah hal yang mudah. Banyak di antara mereka yang tidak mampu menahan air mata saat memanjatkan doa di depan Ka’bah.
“Dari Baitullah kami memohon pamit kepada Allah SWT. Dengan hati yang berat, kami meninggalkan rumah-Mu, ya Allah. Kerinduan kepada-Mu dan kepada Baginda Rasulullah SAW akan selalu tersimpan di dalam hati kami,” ungkap salah seorang jamaah.
Tawaf wada menjadi salah satu momen yang paling berkesan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Selain menjadi penutup ibadah, tawaf perpisahan juga menjadi simbol rasa syukur atas kesempatan yang telah diberikan Allah SWT kepada para tamu-Nya.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Makkah, rombongan Jamaah Safina Asalam Kalimantan Selatan bersiap menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Indonesia.
Pendamping rombongan memastikan seluruh jamaah dalam kondisi sehat dan siap menjalani perjalanan menuju Jakarta. Kebersamaan yang terjalin selama berada di Tanah Suci menjadi kenangan yang akan selalu melekat di hati setiap jamaah.

Perjalanan spiritual yang telah dilalui selama berada di Makkah diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam kehidupan para jamaah setelah kembali ke Tanah Air.
Meski harus meninggalkan Baitullah, kerinduan untuk kembali ke Tanah Suci tampaknya sudah tertanam di dalam hati para jamaah.
Doa-doa pun terus dipanjatkan agar Allah SWT kembali memberikan kesempatan untuk dapat menunaikan ibadah di Masjidil Haram dan berziarah ke makam Rasulullah SAW di Madinah.
Perpisahan dengan Baitullah bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta mampu menerapkan nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah umrah dalam kehidupan sehari-hari.
Reporter: Aswin News
Editor: Redaksi iTIME.Iatan saat melaksanakan tawaf wada atau tawaf perpisahan di Masjidil Haram, Makkah, Jumat (14/8/2026).
Dengan langkah perlahan, para jamaah mengelilingi Ka’bah untuk terakhir kalinya sebelum meninggalkan Tanah Suci. Lantunan doa dan selawat terus mengiringi ibadah yang menjadi penutup seluruh rangkaian pelaksanaan umrah tersebut.
Bagi para jamaah, momen perpisahan dengan Baitullah bukanlah hal yang mudah. Banyak di antara mereka yang tidak mampu menahan air mata saat memanjatkan doa di depan Ka’bah.
“Dari Baitullah kami memohon pamit kepada Allah SWT. Dengan hati yang berat, kami meninggalkan rumah-Mu, ya Allah. Kerinduan kepada-Mu dan kepada Baginda Rasulullah SAW akan selalu tersimpan di dalam hati kami,” ungkap salah seorang jamaah.
Tawaf wada menjadi salah satu momen yang paling berkesan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Selain menjadi penutup ibadah, tawaf perpisahan juga menjadi simbol rasa syukur atas kesempatan yang telah diberikan Allah SWT kepada para tamu-Nya.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Makkah, rombongan Jamaah Safina Asalam Kalimantan Selatan bersiap menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Indonesia.
Pendamping rombongan memastikan seluruh jamaah dalam kondisi sehat dan siap menjalani perjalanan menuju Jakarta. Kebersamaan yang terjalin selama berada di Tanah Suci menjadi kenangan yang akan selalu melekat di hati setiap jamaah.
Perjalanan spiritual yang telah dilalui selama berada di Makkah diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam kehidupan para jamaah setelah kembali ke Tanah Air.
Meski harus meninggalkan Baitullah, kerinduan untuk kembali ke Tanah Suci tampaknya sudah tertanam di dalam hati para jamaah.
Doa-doa pun terus dipanjatkan agar Allah SWT kembali memberikan kesempatan untuk dapat menunaikan ibadah di Masjidil Haram dan berziarah ke makam Rasulullah SAW di Madinah.
Perpisahan dengan Baitullah bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta mampu menerapkan nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah umrah dalam kehidupan sehari-hari.
Reporter: Aswin News
Editor: Redaksi iTIME.ID
