ITime.id KALIMANTAN —19 Agustus 2026 Di tengah semarak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, masih ada warga di sejumlah wilayah Kalimantan yang harus menjalani perjuangan berat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi sungai yang surut membuat aktivitas warga menjadi semakin sulit. Jalur sungai yang selama ini menjadi salah satu akses utama masyarakat harus dilalui dengan penuh kehati-hatian karena debit air menurun dan sejumlah bagian sungai menjadi dangkal.
Bagi warga yang menggantungkan mobilitas dan aktivitas ekonomi pada transportasi sungai, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan lingkungan. Sungai yang surut berdampak langsung terhadap perjalanan, distribusi kebutuhan pokok hingga aktivitas mencari nafkah.
Di sisi lain, masyarakat juga menghadapi tekanan akibat kenaikan harga sejumlah bahan pangan. Biaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terasa semakin berat, terutama bagi keluarga yang penghasilannya terbatas.
Persoalan semakin kompleks ketika kabut asap menyelimuti sejumlah kawasan. Pekatnya asap membuat jarak pandang berkurang dan aktivitas masyarakat terganggu. Kondisi udara yang buruk juga menimbulkan kekhawatiran, khususnya bagi anak-anak, lansia dan warga yang harus beraktivitas di luar rumah.
Situasi tersebut menjadi gambaran bahwa makna kemerdekaan belum selalu dirasakan dalam bentuk yang sama oleh seluruh masyarakat. Ketika sebagian warga merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan berbagai kemeriahan, sebagian lainnya masih berjuang menghadapi persoalan akses, kebutuhan pangan dan kondisi lingkungan.
Warga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi tersebut, mulai dari memastikan kelancaran distribusi bahan pangan, membantu masyarakat yang terdampak kondisi sungai surut, hingga melakukan penanganan terhadap kabut asap.
Kemerdekaan bagi masyarakat bukan hanya tentang perayaan dan upacara, tetapi juga tentang hadirnya rasa aman, akses yang layak, harga kebutuhan pokok yang terjangkau serta lingkungan yang sehat.
Perjuangan warga Kalimantan di tengah sungai yang surut, harga pangan yang meningkat dan kabut asap menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui kepedulian dan pemerataan kesejahteraan hingga ke pelosok daerah.
(Reina)
