ITime. Id.JAKARTA –20 Agustus 2926 . Aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa (18/8/2026), sempat berlangsung tegang dan berakhir ricuh. Massa mahasiswa yang hendak menyampaikan sejumlah tuntutan harus berhadapan dengan barikade aparat keamanan.
Aksi tersebut digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah organisasi mahasiswa dan aliansi masyarakat sipil. Mereka membawa sejumlah tuntutan, di antaranya persoalan ekonomi, harga kebutuhan pokok dan BBM, pemberantasan korupsi, reforma agraria, hingga evaluasi sejumlah program pemerintah.
Ketegangan mulai terjadi ketika massa mahasiswa tertahan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, sekitar UOB, sebelum dapat bergerak menuju Bundaran HI. Sempat terjadi aksi saling dorong antara demonstran dan aparat yang melakukan pengamanan.
Situasi tersebut membuat suasana di sekitar lokasi memanas. Sejumlah mahasiswa tetap berupaya menyampaikan aspirasi, sementara aparat mempertahankan barikade untuk mengendalikan pergerakan massa.
Dalam aksi tersebut, aparat gabungan juga melakukan pengamanan cukup besar. Sebanyak 9.242 personel gabungan disebut dikerahkan untuk mengawal jalannya demonstrasi.
Sebelum aksi berlangsung, polisi juga mengamankan 21 orang yang disebut membawa petasan, flare dan benda yang diduga dapat digunakan untuk membuat bom molotov. Mereka diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Salah satu tuntutan utama mahasiswa adalah meminta pemerintah lebih serius menangani persoalan ekonomi masyarakat serta bencana yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Sumatera dan Flores. Mahasiswa juga menyoroti persoalan kebebasan berpendapat serta keterlibatan aparat dalam ruang sipil.
Kericuhan di Bundaran HI kembali menunjukkan tingginya tensi antara massa aksi dan aparat ketika penyampaian aspirasi berlangsung di ruang publik. Meski demikian, pengamanan dilakukan dengan tujuan menjaga situasi tetap terkendali serta mencegah kerusakan fasilitas umum.
Aksi mahasiswa tersebut menjadi perhatian publik karena berlangsung di kawasan strategis Jakarta dan sempat berdampak terhadap kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar Sudirman-Thamrin.
(Reina)
