ITime.id .JAKARTA – 21 Agustus 2026 .Pemerintah terus mempercepat pengiriman bantuan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa. Pada Rabu (19/8/2026) dini hari, sebanyak 65 ton logistik kembali diberangkatkan menggunakan lima pesawat TNI Angkatan Udara (AU).
Pemberangkatan dilakukan sekitar pukul 04.00 WIB dari Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memantau langsung proses pengiriman tersebut bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
Teddy tiba di lokasi sekitar pukul 03.30 WIB. Sebelum pemberangkatan, ia bersama Mensos dan sejumlah pejabat terkait meninjau pesawat angkut berat Airbus A400M Atlas untuk memastikan seluruh bantuan telah dimuat dan siap diterbangkan menuju wilayah terdampak.
“Atas instruksi Bapak Presiden, hari ini, hari kelima pascabencana, tanggal 19 Agustus 2026 jam 04.00 pagi, kembali diberangkatkan lima pesawat menuju NTT. Hari ini total membawa 65 ton logistik,” ujar Teddy.
Total Bantuan Capai 253 Ton
Pengiriman 65 ton logistik tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan warga terdampak bencana. Sejak hari pertama pascabencana, pemerintah telah mengirimkan bantuan melalui jalur udara.
Dengan tambahan 65 ton tersebut, total logistik yang telah dikirim hingga hari kelima mencapai 253 ton. Bantuan terdiri atas makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya.
Pemerintah juga menyiapkan dua posko utama untuk mempercepat distribusi bantuan, yakni di Labuan Bajo dan Maumere.
Dari Labuan Bajo, bantuan akan didistribusikan menuju wilayah Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara dari Maumere, logistik akan didorong menuju Sikka, Ende, Nagekeo, serta daerah lain yang membutuhkan.
Selain melalui pesawat, pemerintah juga menggunakan jalur helikopter, kapal TNI Angkatan Laut, dan jalur darat untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat terdampak.
Pemerintah menegaskan distribusi logistik terus dipantau agar kebutuhan masyarakat pascabencana dapat segera terpenuhi dan bantuan tiba di wilayah yang paling membutuhkan.
(Reina)
