ITime.id JAKARTA –22Agustys 2026 .Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai perubahan cuaca pada periode 21–28 Agustus 2026. Meskipun sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam kondisi musim kemarau, hujan lokal dan angin kencang tetap berpotensi terjadi di sejumlah daerah.
Dalam prakiraan terbaru BMKG, kondisi atmosfer Indonesia masih dipengaruhi El Niño yang sangat kuat sehingga sebagian besar wilayah cenderung kering. Namun, dinamika atmosfer lokal tetap dapat memicu pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah.
Untuk periode 21–27 Agustus 2026, potensi peningkatan hujan masih dapat terjadi di sejumlah wilayah, sementara angin kencang juga perlu diwaspadai terutama di beberapa daerah Indonesia bagian timur dan selatan.
Wilayah yang mendapat perhatian BMKG terkait potensi angin kencang antara lain Bengkulu, Riau, Banten, Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua Selatan.
Sementara itu, peningkatan peluang hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
BMKG juga mengingatkan bahwa hujan yang terjadi secara lokal dapat disertai kilat, petir maupun angin kencang. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pohon tumbang, dahan patah, baliho roboh hingga genangan di sejumlah lokasi.
Masyarakat yang berada di wilayah dengan potensi cuaca buruk diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan. Warga juga disarankan menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame maupun bangunan yang kurang kokoh saat hujan disertai angin kencang.
BMKG meminta masyarakat terus memantau perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG karena kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat.
Di sisi lain, dominasi musim kemarau juga membuat masyarakat di sejumlah daerah perlu mengantisipasi kekeringan dan potensi kebakaran hutan dan lahan. BMKG mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air dan tidak melakukan pembakaran sampah atau membuka lahan dengan cara membakar.
Dengan adanya potensi cuaca yang bersifat lokal tersebut, masyarakat diharapkan tetap waspada meskipun secara umum Indonesia masih berada dalam periode kemarau.
(Reiba)
