ITime..id.SALATIGA –22 Agustus 2026 . Upaya memperkuat budaya literasi di Kota Salatiga terus dilakukan melalui penguatan kelembagaan dan kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya diwujudkan melalui Pengukuhan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Literasi Kota Salatiga Tahun 2026.
Pengukuhan tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat gerakan literasi sekaligus memastikan berbagai program dapat berjalan secara terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Bunda Literasi Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, menyampaikan bahwa literasi memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca dan menulis.
Menurutnya, literasi juga berkaitan dengan kemampuan masyarakat dalam memahami informasi, berpikir kritis, serta memiliki kemauan untuk terus belajar di tengah perkembangan zaman.
“Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu memahami informasi, berpikir kritis, dan terus belajar,” demikian pesan yang disampaikan dalam penguatan gerakan literasi tersebut.
Melalui Pokja Bunda Literasi, berbagai pihak diharapkan dapat semakin aktif mengambil bagian dalam membangun ekosistem literasi di Kota Salatiga. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, komunitas, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan budaya literasi yang kuat.
Penguatan literasi juga diharapkan dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat, termasuk anak-anak dan generasi muda. Dengan lingkungan yang mendukung kegiatan membaca, menulis, berdiskusi, serta mengakses informasi secara bijak, masyarakat diharapkan semakin mampu menghadapi tantangan era digital.
Pengukuhan Pokja Bunda Literasi 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Salatiga.
Dengan gerakan yang dilakukan secara konsisten dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, Salatiga diharapkan semakin dikenal sebagai kota yang memiliki budaya belajar, berpikir kritis, dan gemar membaca.
Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas sekaligus memperkuat karakter masyarakat melalui budaya literasi yang inklusif dan berkelanjutan.
(Reina)
