ITime..id..JAWA TENGAH – 24 Agustus 2026 .Masyarakat di seluruh wilayah Jawa Tengah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan meteorologis yang masih berlangsung pada akhir Agustus 2026. Kondisi ini terjadi seiring rendahnya curah hujan dan panjangnya hari tanpa hujan di sejumlah wilayah.
Berdasarkan informasi Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, curah hujan pada dasarian II Agustus 2026 atau periode 11–20 Agustus berada dalam kategori rendah, yakni 0–50 milimeter per dasarian di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Kondisi tersebut semakin diperkuat dengan pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH). Sebagian besar wilayah Jawa Tengah tercatat mengalami HTH kategori menengah hingga kekeringan ekstrem. Bahkan, beberapa wilayah mencatat hari tanpa hujan lebih dari 100 hari.
Hari tanpa hujan terpanjang tercatat di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo selama 111 hari, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen selama 109 hari, serta Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri selama 108 hari.
Sementara itu, BMKG juga memasukkan sejumlah wilayah Jawa Tengah dalam peringatan dini kekeringan meteorologis dengan status Waspada, Siaga hingga Awas. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kekeringan dapat berdampak pada ketersediaan air bersih, pertanian, peternakan dan aktivitas masyarakat.
Fenomena El Niño yang sedang berlangsung turut menjadi salah satu faktor yang memperkuat kondisi kering. Analisis BMKG menunjukkan indeks Nino3.4 pada Dasarian I Agustus mencapai +2,77, yang menunjukkan El Niño dengan intensitas sangat kuat.
BMKG mengimbau masyarakat, pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait untuk melakukan langkah antisipasi, terutama dalam menghemat penggunaan air, menjaga sumber mata air serta menyiapkan distribusi air bersih bagi wilayah yang mulai mengalami kesulitan air.
Ancaman kekeringan juga perlu diwaspadai dari sisi pertanian. Petani di wilayah yang mengalami hari tanpa hujan panjang diharapkan menyesuaikan pola tanam dan pengelolaan air agar dampak terhadap tanaman dapat ditekan.
Dengan kondisi cuaca yang masih didominasi kemarau, masyarakat Jawa Tengah diminta tidak mengabaikan peringatan dini. Kesiapsiagaan sejak dini dinilai penting agar dampak kekeringan terhadap kehidupan masyarakat dapat diminimalkan.
( Reina)
