iTime.id – Jawa Tengah. 18 November 2025 Di saat sebagian besar wilayah Jawa Tengah berkembang menjadi kawasan sibuk, ada lima kota yang justru tumbuh dalam ketenangan. Kota-kota ini dikenal sepi, damai, dan memiliki ritme hidup yang jauh lebih pelan dibanding daerah lain. Justru karena itulah, masing-masing kota mendapat julukan unik dari masyarakat.

Berikut daftar 5 kota tersepi di Jawa Tengah beserta julukannya versi iTime.id.
1. Salatiga – “Kota Sunyi yang Penuh Senyum”
Salatiga bukan hanya sejuk, tapi juga tenang di hampir semua sudutnya. Meski berada di tengah jalur utama Jawa Tengah, suasana hening terasa kuat, terutama di pagi dan malam hari. Banyak pendatang menyebut Salatiga sebagai “Kota Sunyi yang Penuh Senyum” karena warganya ramah dan lingkungannya teratur.
2. Magelang – “Kota Adem Tempat Berdiam”
Magelang memiliki suasana yang seolah tidak pernah terburu-buru. Udara dingin dari pegunungan membuat aktivitas berjalan pelan, nyaman, dan menenangkan. Karena itu, kota ini mendapat julukan “Kota Adem Tempat Berdiam”, cocok bagi mereka yang ingin mencari kedamaian tanpa meninggalkan fasilitas modern.
3. Tegal – “Pesisir yang Damai”
Tidak seperti kawasan pesisir lain yang identik dengan kesibukan nelayan dan padatnya lalu lintas, Tegal justru memiliki banyak titik yang lengang. Pada malam hari suasananya sangat tenang, sehingga Tegal dikenal sebagai “Pesisir yang Damai” bagi siapa pun yang ingin menikmati angin laut tanpa keramaian.
4. Pekalongan – “Kota Batik yang Sepi di Malam Hari”
Sebagai pusat batik, Pekalongan ramai di siang hari, namun berubah menjadi kota yang begitu sepi saat malam tiba. Toko-toko tutup lebih awal, jalanan melambat, dan suara aktivitas menghilang. Karena itulah Pekalongan dijuluki “Kota Batik yang Sepi di Malam Hari”.
5. Banjarnegara – “Lereng Tenang yang Menyendiri”
Banjarnegara berada di dataran tinggi dengan udara dingin dan desa-desa jarang penduduk. Banyak pengunjung menyebut tempat ini sebagai “Lereng Tenang yang Menyendiri”. Suasana hening dan pemandangan hijau menjadi ciri khas yang membuat siapa pun betah berlama-lama.
Fenomena unik muncul: kota-kota yang dulu dianggap sepi justru semakin dilirik wisatawan yang ingin rehat dari polusi dan kebisingan. “Sepi” kini bukan lagi kekurangan, melainkan identitas baru yang membuat daerah-daerah ini memiliki daya tarik berbeda.
Ketenangan, keramahan warga, dan udara bersih menjadi kombinasi yang sulit ditemukan di kota besar—dan kelima kota ini memilikinya.
Reina
