ITime.id .NTT – 26 Agustus 2026 .Duka akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia kini mencapai 103 orang.
Angka tersebut meningkat tiga orang dibandingkan data sebelumnya yang mencatat 100 korban meninggal dunia. Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus 2026 dan berdampak pada sejumlah kabupaten di Pulau Flores.
Berdasarkan data BNPB, korban meninggal tersebar di tujuh kabupaten. Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, yakni 41 orang, disusul Manggarai Timur 34 orang, Nagekeo 13 orang, Sikka 6 orang, Ngada 5 orang, Ende 3 orang, dan Manggarai Barat 1 orang.
Selain korban meninggal dunia, jumlah warga yang mengalami luka-luka juga terus bertambah. BNPB mencatat sebanyak 1.666 orang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.
BNPB menjelaskan bahwa pemutakhiran data korban masih terus dilakukan seiring masuknya laporan dari wilayah terdampak. Sebagian korban meninggal sebelumnya merupakan warga yang mengalami luka berat dan telah menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.
Kondisi pascagempa masih menjadi perhatian pemerintah dan berbagai pihak. Penanganan terhadap korban, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan, serta kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian terus dilakukan.
Bencana ini juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan sejumlah fasilitas umum. Ribuan warga masih membutuhkan bantuan dan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama berada di tempat pengungsian.
Pemerintah bersama BNPB, TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan, dan berbagai organisasi kemanusiaan terus melakukan penanganan di sejumlah wilayah terdampak.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta BMKG.
Perkembangan data korban masih dapat berubah seiring proses pendataan dan verifikasi di lapangan.
(Reina)
