Itime.id – Ngawi. Dalam upaya menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, Satlantas Polres Ngawi menggelar talk show edukatif di Radio Suara Ngawi, Selasa (18/11/2025), sebagai bagian dari rangkaian Operasi Zebra Semeru 2025. Program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keselamatan berlalu lintas, terutama menjelang akhir tahun.
Talk show menghadirkan Kaurbinops, Kanit Kamsel, serta personel Unit Kamsel Satlantas Polres Ngawi. Mereka memberikan penjelasan komprehensif mengenai tujuan, sasaran, hingga prioritas penindakan selama operasi yang berlangsung selama 14 hari di seluruh wilayah Jawa Timur.
Mobilitas Meningkat, Risiko Kecelakaan Ikut Naik
Berdasarkan data yang disampaikan narasumber, jumlah kendaraan di Jawa Timur kini melampaui 23 juta unit. Lonjakan ini berdampak pada meningkatnya potensi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di berbagai daerah, termasuk Ngawi.
Satlantas Polres Ngawi menegaskan bahwa Operasi Zebra Semeru 2025 merupakan tindakan terukur untuk menekan tingginya angka kecelakaan akibat meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang pergantian tahun.
Fokus Pada 7 Pelanggaran Fatal
Melalui talk show tersebut, Polres Ngawi menjelaskan tujuh pelanggaran yang paling berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal dan menjadi prioritas penindakan, yaitu:
1. Tidak menggunakan helm SNI
2. Tidak memakai sabuk pengaman
3. Penggunaan ponsel saat berkendara
4. Melawan arus
5. Pengendara di bawah umur
6. Kecepatan berlebih
7. Berkendara di bawah pengaruh alkohol
Selain penindakan, Satlantas mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sebelum penegakan hukum diberlakukan.
AKP Yuliana Plantika: Kesadaran Masyarakat adalah Kunci
Kasatlantas Polres Ngawi, AKP Yuliana Plantika, berharap masyarakat mendukung penuh pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025.
> “Tujuan besar kami adalah menciptakan Kamseltibcarlantas yang aman, tertib, dan kondusif. Setiap nyawa adalah prioritas, dan kami ingin memastikan jalan raya menjadi ruang yang aman bagi semua,” tegasnya.
Dengan pemanfaatan media radio, Polres Ngawi optimis jangkauan edukasi akan semakin luas, sehingga pesan keselamatan lalu lintas dapat diterima langsung oleh masyarakat dari berbagai kalangan.
(Ipung)
