
ITime.id —Semarang 19 November 2025 Dunia pendidikan Jawa Tengah bersiap mengalami perubahan signifikan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah memastikan bahwa kebijakan sekolah 6 hari akan mulai diterapkan pada semester depan, bersamaan dengan langkah strategis lain berupa penyiapan guru dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di seluruh kabupaten/kota.
Evaluasi pendidikan semester lalu menunjukkan bahwa banyak sekolah negeri masih mengalami kekurangan guru, terutama pada mata pelajaran dasar dan rumpun sains. Menyikapi hal tersebut, Pemprov segera membuka rekrutmen dan redistribusi guru dalam skala besar.
Kepala Dinas Pendidikan Jateng menyebutkan bahwa penguatan SDM menjadi kunci agar pemerataan pendidikan di Jateng benar-benar terwujud.
“Kami sedang menyiapkan penambahan guru secara besar-besaran. Ini penting agar sekolah tidak lagi mengalami kekurangan tenaga pengajar, dan kualitas belajar siswa terjaga,” ungkapnya.
Kebijakan sekolah 6 hari dipastikan berlaku bagi seluruh sekolah negeri di Jawa Tengah. Aturan ini diterapkan untuk menyeimbangkan beban belajar harian, mengoptimalkan kegiatan ekstrakurikuler, serta memberi ruang lebih luas bagi pembinaan karakter siswa.
Dengan sistem baru ini, jam belajar akan diatur lebih proporsional sehingga siswa tidak terbebani jadwal yang padat dalam satu hari.
Setiap sekolah diwajibkan melakukan sosialisasi internal mengenai pembagian jadwal, durasi kegiatan, sampai program baru yang menyesuaikan kebijakan 6 hari sekolah. Orang tua diminta ikut menyiapkan rutinitas dan pola aktivitas anak agar transisi berjalan mulus.
Dua kebijakan tersebut diharapkan mampu:
- Mengisi kekurangan guru yang selama ini menghambat proses belajar
- Menyeimbangkan ritme belajar siswa
- Memperkuat kegiatan pengembangan diri dan minat bakat
- Meningkatkan mutu pendidikan secara merata dari kota hingga pelosok
Pemprov menegaskan bahwa perubahan ini menjadi bagian dari komitmen untuk menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan sistem pendidikan yang adaptif, berkualitas, dan berdaya saing.
Reina
