
ITine.id —19 November 2025 Kalimantan tidak hanya dikenal dengan hutan tropisnya yang lebat dan kekayaan hayati yang melimpah, tetapi juga dengan kehidupan masyarakat adat yang masih memegang erat tradisi leluhur. Di pedalaman pulau terbesar ketiga di dunia ini, sejumlah suku mempertahankan cara hidup unik yang menjadi warisan budaya tak ternilai bagi Indonesia.
Suku Dayak, yang terbagi menjadi puluhan sub-suku seperti Kenyah, Iban, Ngaju, dan Kayan, merupakan kelompok etnis terbesar yang mendiami pedalaman Kalimantan. Mereka dikenal memiliki hubungan spiritual yang kuat dengan alam. Tradisi adat dan kepercayaan terhadap roh alam, yang disebut kaja dan kalas, menjadi pedoman hidup sehari-hari.
Di banyak wilayah pedalaman, rumah adat panjang atau rumah betang masih berdiri megah. Rumah yang dapat dihuni puluhan keluarga ini mencerminkan nilai kebersamaan dan gotong royong yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Dayak.
Salah satu ritual paling terkenal adalah Hudoq dari Dayak Bahau, sebuah tarian sakral dengan topeng kayu besar yang melambangkan roh penjaga. Ritual ini dilakukan untuk memohon kesuburan tanah dan perlindungan dari marabahaya. Ada juga Tiwah, upacara pemurnian jiwa yang menjadi bagian penting dari tradisi Kaharingan, kepercayaan asli masyarakat Dayak.
Kearifan lokal masyarakat pedalaman Kalimantan juga tercermin dalam teknologi tradisional mereka. Sistem perladangan berpindah yang disebut ladang huma dilakukan dengan penuh perhitungan agar tidak merusak hutan. Selain itu, masyarakat Dayak terkenal dengan kerajinan tangan seperti ukiran kayu, manik-manik, dan perisai yang memiliki makna filosofis.
Meski hidup berdampingan dengan alam, masyarakat adat di pedalaman kini menghadapi tantangan besar akibat deforestasi, ekspansi perkebunan, dan modernisasi. Beberapa komunitas berjuang mempertahankan wilayah adat dan pola hidup yang sudah diwariskan dari generasi ke generasi.
Namun demikian, banyak juga masyarakat Dayak yang mulai membuka diri terhadap pendidikan dan wisata budaya. Sejumlah desa adat kini menjadi destinasi wisata minat khusus yang memungkinkan pengunjung belajar langsung tentang kehidupan masyarakat pedalaman, mulai dari berburu tradisional hingga membuat kerajinan tangan.
Keunikan suku-suku pedalaman Kalimantan adalah aset budaya yang tidak ternilai. Pengetahuan mereka tentang alam, obat-obatan tradisional, serta filosofi hidup harmonis dengan lingkungan menjadi pelajaran penting bagi dunia modern.
Melalui pelestarian budaya, pengembangan ekowisata yang bertanggung jawab, dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat, Indonesia dapat memastikan bahwa kekayaan budaya Kalimantan tetap hidup untuk generasi mendatang.
Reina
