ITime.id .KUALA LUMPUR – 11 September 2026 .Kasus dugaan jaringan perdagangan narkoba internasional yang melibatkan seorang kopilot Malaysia yang sebelumnya ditangkap di Indonesia kembali berkembang. Aparat Malaysia kini menangkap seorang pilot lain yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan tersebut.
Pilot yang baru ditangkap tersebut diketahui berusia 30-an tahun dan diamankan di kawasan Klang Valley, Malaysia, pada 7 September 2026. Penangkapan dilakukan oleh Departemen Investigasi Kejahatan Narkotika (NCID) Bukit Aman untuk membantu penyelidikan kasus yang berawal dari penangkapan seorang kopilot Malaysia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Juli lalu.
Direktur NCID Bukit Aman, Datuk Hussein Omar Khan, mengatakan tersangka pilot terbaru diduga berperan dalam mengelola aliran uang hasil penjualan narkoba. Polisi menyebut tersangka bekerja pada maskapai yang berbeda dengan pilot yang sebelumnya ditangkap di Indonesia.
Hasil pemeriksaan narkoba terhadap pilot tersebut juga dilaporkan negatif. Meski demikian, penyidik masih mendalami dugaan perannya dalam jaringan tersebut.
Dengan penangkapan terbaru ini, jumlah orang yang telah ditahan aparat Malaysia dalam rangka penyelidikan kasus tersebut mencapai tujuh orang. Sebelumnya, enam pria Malaysia telah ditangkap setelah polisi memperoleh informasi dari hasil pemeriksaan terhadap kopilot yang ditahan di Jakarta.
Berawal dari Penangkapan di Bandara Soekarno-Hatta
Kasus ini bermula ketika seorang kopilot Malaysia berusia 39 tahun ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Juli 2026.
Petugas Indonesia menemukan puluhan ribu pil ekstasi dan narkotika jenis sabu dalam barang bawaan tersangka. Berdasarkan keterangan aparat Malaysia, barang bukti tersebut terdiri dari sekitar 70.114 butir pil ekstasi dengan berat sekitar 25 kilogram, ditambah beberapa gram methamphetamine, dengan nilai yang diperkirakan mencapai sekitar RM45 juta.
Penyelidikan kemudian berkembang hingga Malaysia. Enam orang yang diduga berkaitan dengan jaringan tersebut ditangkap dalam operasi pada 20–28 Agustus 2026. Polisi juga mengungkap bahwa sebagian tersangka sempat melarikan diri ke Thailand dan Vietnam setelah mengetahui penangkapan pilot di Indonesia.
Pemeriksaan Jaringan Terus Dikembangkan
Kasus tersebut kini menjadi perhatian karena penyidik menemukan dugaan keterlibatan sejumlah pihak yang berperan dalam rantai distribusi dan aliran dana narkoba lintas negara.
Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Transportasi dan Civil Aviation Authority of Malaysia (CAAM) juga mengambil langkah untuk memperketat pemeriksaan terhadap pilot, awak kabin, serta personel penerbangan lainnya menyusul kasus tersebut.
Meski sejumlah orang telah ditangkap, aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap seluruh jaringan, termasuk pemasok, kurir, pengatur distribusi, serta aliran dana yang diduga berasal dari perdagangan narkotika.
Polisi Malaysia dan aparat Indonesia juga terus berkoordinasi dalam pengembangan kasus ini.
seluruh pihak yang ditangkap masih berstatus terduga dan proses hukum serta penyelidikan masih berlangsung. Karena itu, keterlibatan masing-masing tersangka tetap harus menunggu hasil penyidikan dan proses hukum lebih lanjut.
(Reina)
