ITIME.ID – Jakarta 17 September 2026 .Kawasan bersejarah Kota Tua Jakarta menjadi panggung pertunjukan budaya ketika sebanyak 500 perempuan tampil bersama membawakan Tari Keroncong Nusantara, Selasa (15/9/2026).
Pergelaran massal yang digelar Lembaga Irama Nasional Indonesia (LINI) tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan mengembangkan kembali musik keroncong di tengah masyarakat.
Dengan latar kawasan Kota Tua yang sarat nilai sejarah, ratusan peserta menampilkan gerakan Tari Keroncong Nusantara secara serentak mengikuti irama musik. Pertunjukan ini memperlihatkan bagaimana seni musik dan tari dapat dikolaborasikan menjadi sajian budaya yang menarik dan melibatkan masyarakat secara luas.
Ketua LINI Rudy Octave mengatakan, Tari Keroncong Nusantara merupakan hasil kolaborasi karya musik dari lagu “Irama Senja” dengan gerak dasar tari yang digarap sejumlah seniman dari Asosiasi Seniman Tari Indonesia (ASETI).
Kolaborasi tersebut melibatkan Gita Novia Sofyan, Agustina Rochyanti, Aty Widyawaty, Atien Kisam, dan Wahyuni Hazierda Dauly.
Melalui pertunjukan tersebut, LINI berharap musik keroncong semakin dicintai, hidup, dan berkembang di tengah masyarakat. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari pelestarian seni budaya Indonesia agar tetap relevan dan dapat dinikmati lintas generasi.
Pemilihan Kota Tua sebagai lokasi pertunjukan juga memberikan pesan tersendiri. Kawasan yang menjadi salah satu simbol sejarah Jakarta itu mempertemukan warisan sejarah dengan kreativitas seni budaya yang terus berkembang.
Tari Keroncong Nusantara tidak hanya menjadi pertunjukan massal, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan keroncong melalui pendekatan yang lebih kreatif. Keterlibatan ratusan perempuan dalam satu panggung menunjukkan besarnya potensi partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi.
Ke depan, pengembangan keroncong diharapkan tidak berhenti pada upaya mempertahankan warisan masa lalu. Musik tersebut juga dapat terus dikreasikan dan diperkenalkan kepada generasi muda serta masyarakat internasional.
Dari Kota Tua, semangat tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk menjadikan keroncong semakin dikenal sebagai salah satu kekayaan seni dan budaya Indonesia di panggung global.
(Reina)
