ITIME.ID –Jepara.17 September 2026;.Kabupaten Jepara kembali mendapat perhatian dari investor internasional. Investor asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), menyatakan ketertarikannya untuk mengembangkan mini refinery atau kilang minyak skala kecil dengan nilai investasi sekitar Rp5 triliun.
Rencana tersebut terungkap setelah Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bertemu dengan calon investor asal Dubai di sela kegiatannya di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Luthfi mengatakan, pihak investor tertarik menjadikan wilayah Jepara sebagai lokasi pengembangan mini refinery.
“Mereka tertarik investasi mini refinery di wilayah Jepara,” kata Luthfi dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2026).
Bukan Sekadar Angka Rp5 Triliun
Nilai investasi sekitar Rp5 triliun tentu menjadi angka yang cukup besar bagi perekonomian daerah. Namun, dampak sebenarnya tidak hanya dilihat dari besarnya modal yang masuk, melainkan juga dari sejauh mana proyek tersebut nantinya melibatkan sumber daya dan pelaku usaha di daerah.
Apabila proyek terealisasi, aktivitas pembangunan fasilitas industri berpotensi menciptakan kebutuhan terhadap berbagai jasa pendukung, tenaga kerja, logistik, konstruksi, hingga sektor usaha lainnya.
Pada tahap operasional, keberadaan fasilitas pengolahan minyak juga berpotensi menciptakan kebutuhan tenaga kerja dengan berbagai keahlian. Meski demikian, jumlah tenaga kerja dan besarnya dampak ekonomi belum dapat dipastikan sebelum detail proyek, kapasitas produksi, serta tahapan investasinya diumumkan secara resmi.
Ditargetkan Mulai Direalisasikan Akhir 2026
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan investasi tersebut mulai direalisasikan pada akhir 2026 setelah proses kerja sama dilakukan.
Artinya, masih terdapat sejumlah tahapan yang perlu dilalui sebelum pembangunan benar-benar berjalan, termasuk proses kerja sama, perizinan, kesiapan lahan dan infrastruktur, aspek lingkungan, serta berbagai persyaratan teknis dan keselamatan industri.
Tahapan tersebut menjadi penting agar investasi bernilai besar tidak hanya cepat terealisasi, tetapi juga berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Jepara dan Peluang Ekonomi Baru
Masuknya minat investor Dubai menunjukkan bahwa Jawa Tengah masih menjadi wilayah yang diperhitungkan dalam peta investasi. Jepara, yang selama ini dikenal dengan sektor industri mebel dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya, berpotensi mendapatkan tambahan aktivitas ekonomi apabila proyek energi tersebut benar-benar terealisasi.
Tantangannya adalah memastikan investasi berskala besar dapat menciptakan keterkaitan dengan ekonomi lokal.
Pemerintah daerah dapat mendorong agar peluang yang muncul tidak hanya dinikmati oleh perusahaan dan investor, tetapi juga membuka ruang bagi tenaga kerja lokal, pelaku UMKM, penyedia jasa, serta sektor usaha pendukung di sekitar kawasan proyek.
Dengan nilai investasi sekitar Rp5 triliun, rencana mini refinery di Jepara kini menunggu tahapan berikutnya. Realisasi proyek, kepastian investasi, kapasitas fasilitas, serta dampak ekonomi dan ketenagakerjaan akan menjadi hal yang perlu diperhatikan publik hingga akhir 2026.
(Reina)
