ITime.id – Indonesia 21 September 2026 Pembelajaran pertanian bagi siswa kini semakin berkembang mengikuti kemajuan teknologi. Jika sebelumnya kegiatan bertani identik dengan sawah, tanah dan cangkul, kini para pelajar mulai diperkenalkan dengan metode pertanian modern, salah satunya budidaya melon secara hidroponik.
Melalui tayangan YouTube Argotek, terlihat bagaimana konsep pertanian modern dapat menjadi sarana pembelajaran yang menarik bagi siswa. Mereka tidak hanya mendapatkan teori di dalam kelas, tetapi juga mengenal secara langsung proses budidaya tanaman melon dengan sistem yang tidak bergantung pada lahan persawahan konvensional.
Hidroponik merupakan teknik budidaya tanaman dengan memanfaatkan air dan nutrisi tanpa menggunakan tanah sebagai media utama. Metode tersebut dapat diterapkan pada berbagai jenis tanaman, termasuk buah melon.
Dalam pembelajaran seperti ini, siswa dapat mengenal berbagai tahapan budidaya, mulai dari pembibitan, penanaman, pemberian nutrisi, perawatan tanaman hingga proses pemeliharaan buah sampai siap dipanen.
Konsep tersebut sekaligus memberikan pengalaman baru bagi generasi muda bahwa dunia pertanian tidak selalu identik dengan pekerjaan berat di lahan terbuka. Dengan dukungan teknologi, pertanian dapat dikembangkan di lingkungan yang lebih terkontrol, termasuk melalui greenhouse dan sistem hidroponik.
Pengalaman belajar secara langsung juga dapat menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap sektor pertanian. Mereka tidak hanya melihat pertanian sebagai aktivitas tradisional, tetapi juga sebagai bidang yang membutuhkan pengetahuan, ketelitian, kreativitas dan pemanfaatan teknologi.
Budidaya melon hidroponik bahkan telah diterapkan dalam lingkungan pendidikan di sejumlah daerah. SMKN 1 Pandak, Bantul, misalnya, mengembangkan rumah tanam melon hidroponik sebagai bagian dari pembelajaran dan pengembangan keterampilan siswa di bidang pertanian modern.
Dengan pola pembelajaran tersebut, siswa diharapkan semakin memahami bahwa pertanian memiliki peluang yang luas di masa depan. Dari ruang kelas hingga greenhouse, mereka dapat belajar bagaimana menghasilkan pangan sekaligus mengenal peluang usaha dari teknologi pertanian.
Perubahan cara belajar ini menjadi gambaran bahwa bertani tidak harus selalu dengan cangkul di sawah. Melalui hidroponik, siswa dapat belajar menanam, merawat, berinovasi dan mengenal dunia pertanian modern sejak dini.
(Reina)
