ITime.id .PASURUAN —14 Oktober 2026 . Kekeringan yang melanda Dusun Ampelbanjar Barat/Songonan, Desa Ampelsari, Kabupaten Pasuruan, berdampak pada sedikitnya 75 kepala keluarga (KK). Kondisi tersebut membuat warga membutuhkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di tengah kondisi tersebut, bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan akhirnya tiba dan disalurkan kepada warga pada Selasa siang (13/10/2026).
Bantuan tersebut merupakan hasil koordinasi dengan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Bambang Yuliantoro Putro, yang menjabat sebagai Sekretaris Komisi I. Koordinasi dilakukan untuk menghubungkan pihak desa dengan BPBD Kabupaten Pasuruan agar warga terdampak segera mendapatkan bantuan air bersih.
Penyaluran bantuan tidak berhenti pada siang hari. Setelah waktu Magrib, pengiriman air bersih kembali dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Pengiriman kedua ini merupakan hasil kerja sama dengan rekan-rekan Sahabat Kasun.
Upaya tersebut menjadi bentuk kepedulian dan gotong royong dalam membantu warga yang tengah menghadapi kesulitan air bersih akibat kekeringan.
Perwakilan warga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses koordinasi hingga penyaluran air bersih, baik kepada BPBD Kabupaten Pasuruan, Bambang Yuliantoro Putro, maupun rekan-rekan Sahabat Kasun.
“Alhamdulillah, siang tadi warga kami mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD Kabupaten Pasuruan. Setelah berkoordinasi dengan Bapak Bambang Yuliantoro Putro, kami bisa menghubungkan kebutuhan warga dengan pihak BPBD. Setelah Magrib, kami kembali menyalurkan air bersih melalui kerja sama dengan teman-teman Sahabat Kasun,” ungkapnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga yang terdampak kekeringan, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Meski bantuan telah disalurkan, kebutuhan air bersih masih menjadi perhatian bagi warga terdampak. Diharapkan adanya dukungan dan koordinasi berkelanjutan dari berbagai pihak agar masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih selama kondisi kekeringan berlangsung.
Peristiwa ini sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, wakil rakyat, dan elemen masyarakat dalam merespons persoalan kebutuhan dasar warga, khususnya ketika kekeringan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.
(Hasan)
