
ITime.id – Mojokerto/Jombang. 24 November 2025 .
Di tengah perkembangan pesat wilayah Mojokerto dan Jombang, tiga keluarga diketahui masih hidup di kawasan pedalaman hutan di perbatasan kedua kabupaten tersebut. Mereka tinggal di sebuah area terpencil yang hanya dapat dijangkau melalui jalan setapak sejauh hampir satu kilometer dari permukiman terdekat.
Rumah mereka berupa bangunan panggung sederhana dari kayu dan bambu. Ketiganya telah menempati lokasi itu selama bertahun-tahun dan menggantungkan hidup pada hasil hutan seperti kayu bakar, umbi-umbian, serta tanaman palawija yang mereka tanam di lahan kecil di sekitar rumah.
Tanpa Listrik dan Jalan Layak
Hidup dalam keterbatasan menjadi rutinitas bagi keluarga ini. Tidak ada aliran listrik PLN, sementara air bersih hanya berasal dari mata air kecil di lereng bukit. Untuk penerangan, mereka masih menggunakan lampu minyak dan lilin.
Akses jalan pun sangat terjal. Ketika musim hujan tiba, jalur tanah yang mereka lalui menuju desa menjadi licin dan berbahaya. “Kalau hujan deras, kami sering tidak bisa turun. Anak-anak juga kadang tidak berangkat sekolah,” ujar salah satu warga.
Mulai Didata Pemerintah
Keberadaan mereka kini mulai mendapat perhatian pemerintah desa dan dinas terkait. Aparat setempat telah melakukan pendataan dan meninjau langsung lokasi untuk memastikan kondisi kesehatan serta kebutuhan dasar tiga keluarga tersebut.
Pemerintah daerah disebut tengah menyiapkan beberapa opsi bantuan, mulai dari pemasangan panel surya, kotak P3K, hingga rencana perbaikan akses jalur setapak agar lebih aman dilalui.
Tetap Bertahan di Tengah Keterbatasan
Meski hidup jauh dari fasilitas umum, tiga keluarga ini mengaku tak berniat pindah dalam waktu dekat. Mereka menyebut ketenangan hutan dan keterikatan dengan tempat tinggal sebagai alasannya.
“Kami sudah lama di sini. Selama anak-anak bisa sekolah dan kebutuhan terpenuhi, kami tetap bertahan,” kata salah satu kepala keluarga.
Pemerintah setempat diharapkan segera menghadirkan solusi terbaik agar kesejahteraan mereka terjamin tanpa mengubah keseimbangan ekosistem hutan di perbatasan Mojokerto–Jombang.
Reina

