ITIME.id .Magetan, –4 November 2026 . Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Magetan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-10 Tahun 2026 di Hotel Bukit Bintang Magetan, Rabu (4/11/2026).
Muscab tersebut dihadiri puluhan kontraktor yang tergabung dalam Gapensi Magetan. Turut hadir Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro yang membuka kegiatan, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan pejabat pembuat komitmen (PPTK) terkait bidang konstruksi.
Selain menjadi agenda evaluasi organisasi dan pergantian kepengurusan, Muscab kali ini juga menjadi ruang pembahasan berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha jasa konstruksi. Di antaranya perubahan regulasi, keterbatasan pekerjaan, efisiensi anggaran hingga tuntutan peningkatan kompetensi kontraktor.
Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro mengatakan, pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap keberlangsungan usaha jasa konstruksi. Menurutnya, pelaku usaha saat ini menghadapi kondisi yang tidak mudah, terutama ketika peluang pekerjaan dari pemerintah mengalami pengurangan.
Di sisi lain, kontraktor tetap dituntut meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), kompetensi, serta profesionalisme sesuai perkembangan regulasi dan persaingan usaha.
“Di satu sisi didorong untuk meningkatkan kualitas SDM, di sisi lain juga didorong untuk efisiensi, sementara kondisi ekonomi kurang berpihak kepada pelaku usaha jasa konstruksi,” ujarnya.
Suyatni menegaskan, pembangunan daerah tidak dapat berjalan tanpa keterlibatan pelaku usaha jasa konstruksi. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan asosiasi kontraktor perlu terus dipertahankan.
Dalam Muscab tersebut, dia juga menerima masukan mengenai harga satuan standar pekerjaan konstruksi di Magetan yang dinilai masih lebih rendah dibandingkan tingkat provinsi maupun nasional.
Menurutnya, masukan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah, termasuk kemungkinan penyesuaian regulasi di tingkat lokal.
“Kalau memang harus ada semacam penyetaraan produk peraturannya, di tingkat lokal pun juga harus dievaluasi,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Gapensi Kabupaten Magetan, Agung Zainudin, menyampaikan bahwa Muscab ke-10 menjadi momentum berakhirnya masa kepengurusan sekaligus membuka kesempatan bagi regenerasi organisasi.
Dia berharap kepengurusan selanjutnya dapat menghadirkan inovasi serta melanjutkan upaya peningkatan kompetensi dan profesionalisme anggota.
Menurut Agung, sektor jasa konstruksi memiliki dinamika regulasi yang cukup cepat. Perubahan aturan pemerintah setiap satu hingga dua tahun mengharuskan kontraktor terus memperbarui pengetahuan dan kemampuan agar tetap mampu mengikuti ketentuan yang berlaku.
“Regulasi pemerintah setiap tahun berubah di dunia konstruksi. Maka teman-teman kami harapkan terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kemampuan kapasitas,” jelasnya.
Agung juga mengungkapkan bahwa kondisi pekerjaan konstruksi saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi anggota Gapensi. Bahkan, jumlah anggota yang masih aktif disebut kini tinggal sekitar separuh dibandingkan sebelumnya.
Menghadapi situasi tersebut, dia mengingatkan agar kontraktor tidak hanya bergantung pada pekerjaan yang bersumber dari pemerintah. Peluang di sektor swasta juga perlu dimanfaatkan untuk menjaga keberlangsungan usaha.
“Jangan hanya melihat rezeki itu dari pemerintah. Rezeki bisa dari pintu mana pun, termasuk swasta. Maka harus profesional, baik dalam pekerjaan pemerintah maupun swasta,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Agung menyebut perubahan regulasi dari pemerintah pusat menjadi salah satu kendala yang harus terus diantisipasi pelaku usaha.
Sebab, pekerjaan yang bersumber dari APBN, APBD provinsi, maupun APBD kabupaten harus dilaksanakan sesuai ketentuan terbaru. Kondisi tersebut menuntut kontraktor untuk selalu menyesuaikan kemampuan dan persyaratan usaha.
Melalui Muscab ke-10 ini, Agung berharap Gapensi Magetan dapat melahirkan kepengurusan yang mampu membawa organisasi lebih baik, memperkuat regenerasi, serta meningkatkan daya saing para anggotanya.
“Harapan ke depan semoga mendapatkan hasil terbaik, ada regenerasi dan kompetensi yang terus meningkat. Semoga teman-teman bisa survive dan tetap bekerja sesuai peraturan yang berlaku,” pungkasnya.
(Ipung)
